SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Asep Japar mengakui keterbatasan armada dan personel yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP). Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan terus berupaya menambah sarana dan prasarana untuk memperkuat layanan penanggulangan kebakaran.
Menurut Asep Japar, saat ini DPKP masih memaksimalkan sumber daya yang tersedia sambil menyiapkan langkah untuk meningkatkan kapasitas armada pemadam di masa mendatang.
"Ya, memang, kita memanfaatkan yang ada. Sebelum kita juga kan berupaya untuk mempertambah armada atau persediaan nanti itu. Ya, mudah-mudahan," kata Asep Japar kepada awak media, Selasa (28/7/2026).
Selain menyiapkan penambahan armada, Asep Japar juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran. Ia mengatakan, pemerintah telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk terus menyampaikan edukasi dan imbauan kepada warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Prioritaskan Anggaran Penanganan Bencana Usai APBD 2025 Disahkan Jadi Perda
Asep berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menekan angka kejadian kebakaran di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kerugian jiwa maupun materi akibat kebakaran.
"Nah, kita sudah melakukan imbauan terhadap seluruh warga, termasuk dari SKPD, termasuk dipesankan melalui warga, bahayanya tentang kebakaran dan antisipasi jangan sampai terjadi kebakaran," ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan kondisi tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi yang memiliki geografis luas dan beragam.
"Kalau melihat standar normatif, tentu belum memadai. Dengan luas wilayah Kabupaten Sukabumi yang memiliki 47 kecamatan dan 381 desa, kami baru memiliki 15 armada dan 12 posko," ujar Erwin kepada sukabumiupdate.com, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Tandai Titik Kecelakaan Maut, Polisi Ungkap Kronologi Colt Bogoran dan Motor di Cibadak Sukabumi
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya memenuhi standar pelayanan penanganan kebakaran, termasuk target response time maksimal 15 menit setelah laporan diterima.
Menurut Erwin, salah satu langkah yang dilakukan untuk memperkuat penanganan kebakaran adalah membentuk Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di tingkat desa. Hingga saat ini, sekitar 130 Redkar telah terbentuk di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.
Namun jumlah tersebut masih belum ideal jika dibandingkan dengan total desa yang mencapai 381 desa.
"Kami sudah membentuk sekitar 130 Redkar. Tapi kalau dibandingkan dengan 381 desa, tentu masih jauh. Baru sekitar 30 sampai 40 persen yang terbentuk," katanya.
Selain keterbatasan relawan, DPKP juga masih membutuhkan penambahan pos pemadam kebakaran. Berdasarkan perhitungan kebutuhan pelayanan, Kabupaten Sukabumi idealnya memiliki sedikitnya 25 posko agar cakupan layanan lebih merata.
"Kalau idealnya, minimal kita punya 25 posko dengan asumsi satu pos melayani dua kecamatan. Saat ini baru ada 12 posko," ungkapnya.
Baca Juga: Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos Melalui Koperasi Merah Putih, 900 Unit Sudah Siap
Persoalan lain yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia. Satu unit mobil pemadam idealnya dioperasikan enam petugas yang terdiri dari pengemudi, operator, nozzleman, dan personel pendukung lainnya. Namun kondisi di lapangan menunjukkan satu armada rata-rata hanya dioperasikan oleh empat personel.
"Satu unit kendaraan minimal membutuhkan enam orang. Sekarang rata-rata hanya empat orang yang menangani satu unit. Jadi memang masih ada kekurangan personel yang cukup signifikan," jelas Erwin.
Editor : Syamsul Hidayat