SUKABUMIUPDATE.com – Tiga pekan telah berlalu sejak kabar duka datang dari Jeddah, Arab Saudi. Namun, keluarga Evi Mentari (37), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, masih harus menunggu kepastian kepulangan jenazah almarhumah ke tanah air.
Jenazah Evi hingga kini masih tertahan di Jeddah setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat tumor otak. Evi sempat mengalami koma dan menjalani dua kali operasi sebelum akhirnya meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Jeddah.
Kendala utama yang dihadapi keluarga adalah biaya pemulangan jenazah yang diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp70 juta.
Bagi sang suami, Erwin Susman (43), biaya tersebut jauh di luar kemampuan ekonominya. Sehari-hari, Erwin bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) dengan penghasilan yang tidak menentu.
Baca Juga: Survei Tandingan, Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Tembus 81,5 Persen
"Saya dan ketiga anak kami sangat ingin melihat untuk terakhir kalinya wajah almarhumah. Hati kami teriris setiap saat jika mengingat almarhumah. Apalagi anak kami yang bungsu. Ia sering bilang meminta ingin melihat wajah mamanya," ujar Erwin kepada awak media, Minggu (2/8/2026).
Sejak menerima kabar kepergian istrinya, Erwin mengaku tidak lagi bisa fokus bekerja. Selama tiga pekan terakhir, waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mencari bantuan dari berbagai pihak agar jenazah Evi dapat segera dipulangkan ke Sukabumi.
"Sudah tiga minggu saya tidak ngojol. Saya berusaha mencari bantuan ke berbagai pihak supaya istri saya bisa pulang. Sampai sekarang belum ada titik terang, terutama soal biaya pemulangan jenazah," katanya.
Kondisi tersebut membuat beban keluarga semakin berat. Ketiga anak Erwin dan Evi untuk sementara tinggal bersama keluarga besar. Kebutuhan sehari-hari hingga biaya pendidikan mereka juga dibantu oleh kerabat.
Baca Juga: Menag: Patut Disyukuri, Pembangunan Indonesia di Era Prabowo Berjalan di Jalur yang Tepat
"Anak-anak sekarang tinggal bersama uwaknya. Untuk sekolah dan kebutuhan sehari-hari juga banyak dibantu keluarga," ungkap Erwin.
Erwin dan Evi diketahui telah membangun rumah tangga selama 21 tahun. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga anak, yakni M. Andira Pratama (19), M. Arga Prawira (14), dan Alkahfi Firdaus (8).
Kini, ketiganya hanya bisa menunggu kabar kapan jenazah sang ibu dapat kembali ke Sukabumi untuk dimakamkan di kampung halaman.
Keluarga Evi yang tinggal di Jalan RA Kosasih Gang Mahmud RT 03/RW 05, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, berharap bantuan dari pemerintah maupun para dermawan agar biaya pemulangan jenazah dapat segera terpenuhi.
Saat ini, keluarga juga mendapat pendampingan dari Forum Gerakan Sosial dan Budaya (FGSB). Bersama komunitas pengemudi ojek online, FGSB berencana melakukan penggalangan dana untuk membantu biaya pemulangan jenazah Evi dari Arab Saudi ke Indonesia.
Baca Juga: 17 Prompt AI Gambar Hari Kemerdekaan Indonesia, Banyak Konsep Menarik
Seperti diberitakan sebelumnya, Evi Mentari merupakan PMI asal Sukabumi yang bekerja di Arab Saudi. Sebelum meninggal dunia, ia sempat menjalani perawatan intensif akibat tumor otak. Kasus yang menimpa Evi mendapat perhatian publik setelah terungkap bahwa jenazahnya belum bisa dipulangkan karena terkendala biaya.
Bagi Erwin, kepulangan jenazah sang istri bukan sekadar perjalanan kembali ke tanah kelahiran, melainkan kesempatan terakhir bagi dirinya dan ketiga anak mereka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam keluarga.
Di tengah segala keterbatasan, ia hanya menyimpan satu harapan sederhana: agar ada jalan dan bantuan yang memungkinkan jenazah Evi Mentari segera kembali ke Sukabumi dan dimakamkan di hadapan keluarga yang telah lama menunggu.
Editor : Ikbal Juliansyah