Sukabumi Update

Kini Pemulihan di Rumah Aman, Mengungkap Misteri Hilangnya Perempuan Cibadak

Shely Visesa (18), perempuan warga Kampung Segog, RT 02/01, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang sempat hilang kini berada ke rumah aman pemerintah provinsi Jawa Barat di Bandung. (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Shely Visesa (18), perempuan warga Kampung Segog, RT 02/01, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang sempat hilang kini dibawa ke rumah aman pemerintah provinsi Jawa Barat di Bandung. Unit perlindungan perempuan dan anak akan membantu proses pemulihan Shely, yang saat ditemukan pada 2 Agustus 2026 di Demak Jawa Tengah hingga saat ini masih trauma.

Shely dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke Polsek Cibadak, sejak 27 Juli 2026. Shely disebut berpamitan dari rumah untuk membeli kuota. Dia juga sempat berpamitan untuk bekerja. Namun, setelah dikonfirmasi kepada pihak manajemen tempat kerjanya, Sherly ternyata masuk kerja pada hari tersebut.

Selain membuat laporan kehilangan, keluarga juga menyebarkan informasi mengenai hilangnya Shely melalui media sosial. Pada 31 Juli 2026, keluarga menerima informasi dari Hikmah rekan Shely, bahwa perempuan 18 tahun tersebut berada di demak.

Baca Juga: Kisah Pilu Kebakaran Nyalindung Sukabumi: 3 Bocah Berpulang Bersama Cita-cita Jadi Polisi dan Guru

Hikmah mengaku mendapat pesan dari akun telegram tentang keberadaan Shely. Keluarga kemudian mengirim, Heri Kakak Shely, berangkat dari Cibadak menuju Demak pada 1 Agustus 2026.

Selama berada di Demak, Heri mencari Shely di sejumlah lokasi. 2 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, keluarga mendapat informasi bahwa Shely berada di Polsek Mranggen, Demak. Heri kemudian mendatangi kantor polisi tersebut dan memastikan keberadaan adiknya.

Shely disebut datang ke Polsek Mranggen seorang diri. Saat tiba, ia bahkan tidak mengetahui bahwa bangunan yang didatanginya merupakan kantor polisi meski terdapat tulisan Polsek.

Baca Juga: Membaca Wajah Krisis Air di Sukabumi

"Saudara Shely itu datang ke sana sendiri. Bahkan dia tidak tahu kalau itu kantor Polsek, padahal tulisannya jelas," Bhabinkamtibmas Polsek Cibadak, Aipda Emin Tukimin kepada sukabumiupdate, Kamis (6/8/2026).

KTP yang dibawa Shely membantu pihak kepolisian di Demak memastikan identitasnya. Menghubungi keluarganya di Sukabumi yang kemudian mengarahkan kakaknya yang masih berada di demak ke Polsek Mranggen.

Senin, 3 Agustus 2026, perwakilan keluarga didampingi pihak kepolisian berangkat dari Polsek Cibadak sekitar pukul 09.00 WIB menuju Polsek Mranggen Demak Jawa Tengah. Rombongan tiba di Demak sekitar pukul 18.00 WIB. Proses kepulangan tersebut turut difasilitasi Kapolsek Cibadak, termasuk dari sisi akomodasi dan kendaraan.

Baca Juga: Anggota DPRD Sukabumi: Sebelum Kades Tamanjaya Positif Sabu, Ketua Bumdesnya Juga Terjerat Dugaan Narkoba

Setelah bertemu Shely, rombongan kemudian kembali ke Sukabumi malam harinya. Shely tiba kembali di Sukabumi pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Emin mengatakan Shely masih dapat berkomunikasi dan merespons. Namun, ketika ditanya mengenai kenapa bisa sampai di Demak, jawabannya belum memberikan gambaran yang jelas.

"Saya tidur di kebun pisang," kata Emin menirukan jawaban Shely ketika ditanya mengenai keberadaannya.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Buka Suara Soal Kades Tamanjaya Positif Sabu

Sejumlah barang milik Shely juga tidak ditemukan. Telepon seluler dan dompetnya tidak ada. Saat ditemukan, Shely hanya membawa KTP dan kartu ATM. Pakaian yang dikenakannya juga masih sama seperti saat meninggalkan rumah. Hanya bagian bawah celana jeans yang mengalami sobekan.

Selain itu, Emin mengatakan keluarga menemukan Shely mengenakan topi yang menurut keluarga tidak dibawa saat keluar rumah. Namun, Shely belum dapat menjelaskan dari mana topi tersebut diperoleh.

Dijemput PPA untuk Pemulihan

Kepulangan Shely belum menjadi akhir cerita.. Pada hari yang sama, Dinas melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Barat dan UPTD Kabupaten Sukabumi melakukan asesmen di Kampung Segog, Desa Batununggal.

Baca Juga: Vonis 6 Bulan Penjara Kepada Tujuh Terdakwa Kasus Kematian Lansia di Jampangkulon

Aipda Emin yang turut mendampingi proses asesmen tersebut menjelaskan bahwa disimpulkan Shely untuk sementara dibawa ke rumah aman yang berada di Bandung. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang pemulihan sekaligus membantu mencari akar persoalan yang menyebabkan Shely menghilang selama kurang lebih sepekan.

Emin mengatakan, hingga kini belum ada keterangan yang dapat memastikan cerita Shely sampai berada di Demak. Karena itu, pemulihan perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum informasi lebih jauh dapat diketahui.

"Belum. Karena untuk bisa menjawab tersebut kan Shely harus dipulihkan dulu," ujar Emin.

Baca Juga: Once Mekel Ajak Warga Sukabumi Bernyanyi dan Joget, Sisipkan Pesan Penting tentang ASI

Menurut Emin, kondisi Shely perlu dipulihkan agar nantinya kejadian yang dialaminya selama beberapa hari tersebut dapat dijelaskan dengan lebih baik. Dengan ditemukannya Shely dan dilakukannya asesmen lanjutan, keluarga kini masih menunggu proses pemulihan serta penelusuran lebih lanjut mengenai apa yang terjadi sejak Shely meninggalkan rumah hingga ditemukan di Demak.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT