Sukabumi Update

BPBD Sukabumi Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cicurug

BPBD Kabupaten Sukabumi saat menyalurkan bantuan air bersih di Desa Kutajaya Cicurug. (Sumber Foto: Dok. P2BK Cicurug)

SUKABUMIUPDATE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bergerak membantu warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung hampir tiga bulan terakhir.

Sebanyak 15.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di dua desa di Kecamatan Cicurug, yakni Kampung Pereng RT 03/06 Desa Kutajaya dan Kampung Sikup RT 03/09 Desa Purwasari, Sabtu (8/8/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons BPBD Kabupaten Sukabumi dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah berkurangnya ketersediaan sumber air bersih akibat musim kemarau.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug, M. Abdul Rizki, mengatakan kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah sumur warga mulai mengering sehingga berdampak pada aktivitas sehari-hari masyarakat.

Menurutnya, warga di Kampung Sikup sebelumnya harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga atau mengambil air dari sumber yang cukup jauh.

"Warga di Kampung Sikup itu biasanya beli di depot, Rp5.000 per galon. Kadang ada juga yang ngambil di hulu air, itu pun jauh," kata Rizki kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran hingga September 2026

Berdasarkan data yang dihimpun dari pemerintah desa, kekeringan berdampak terhadap sekitar 230 kepala keluarga di Kampung Pereng dan 175 kepala keluarga di Kampung Sikup, sehingga total terdapat sekitar 405 kepala keluarga yang mengalami kesulitan air bersih.

Sebagai upaya penanganan, BPBD Kabupaten Sukabumi menyalurkan 5.000 liter air bersih ke Kampung Pereng dan 10.000 liter ke Kampung Sikup, sehingga total distribusi mencapai 15.000 liter air bersih.

Rizki berharap bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan warga dalam beberapa hari ke depan sambil menunggu perkembangan kondisi cuaca.

"Mudah-mudahan bantuan ini cukup untuk beberapa hari ke depan dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat," ujarnya.

Proses distribusi berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan hingga masyarakat setempat.

Selain melakukan distribusi air bersih, BPBD Kabupaten Sukabumi juga terus memantau sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami kondisi serupa. Beberapa desa yang masuk dalam pemantauan antara lain Desa Benda, Tenjoayu, Cisaat, Bangbayang, dan Kutajaya.

Menurut Rizki, pola kekeringan yang terjadi tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya, sehingga BPBD telah memetakan sejumlah titik rawan kekeringan untuk memudahkan langkah penanganan apabila diperlukan.

"Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Jika ada kebutuhan distribusi air bersih tambahan, BPBD siap melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan," tandasnya.

Melalui langkah cepat ini, BPBD Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau serta memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi melalui berbagai upaya penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT