SUKABUMIUPDATE.com – Sebanyak 757 kepala keluarga (KK) di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kabupaten Sukabumi telah menyalurkan 25.000 liter air bersih secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno atau yang akrab disapa Miky, mengatakan kekurangan air bersih mulai dirasakan warga sejak awal Juli 2026.
"Awal Juli memang sudah mulai kekurangan air. Warga mulai mencari sumber air, ada yang meminta ke tetangga yang menggunakan Pamsimas maupun PDAM," ujar Miky kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, sebagian sumur warga mulai mengering, sementara debit sejumlah mata air yang biasa dimanfaatkan masyarakat juga mengalami penurunan.
"Sumur ada yang masih ada airnya, tapi kalau ditarik pakai pompa cuma sebentar, sedikit. Tidak sampai memenuhi toren," katanya.
Baca Juga: BPBD Sukabumi Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cicurug
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa memenuhi kebutuhan air sehari-hari dengan membeli air galon maupun air mineral.
"Untuk sementara kebutuhan sehari-hari mereka membeli air galon, membeli air mineral ataupun membeli isi ulang galon," ujar Miky.
Miky menjelaskan, Pemerintah Desa Cisarua mulai mengajukan permohonan bantuan air bersih pada 24 Juli 2026. Menindaklanjuti permohonan tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi bersama sejumlah pihak melakukan distribusi air bersih secara bertahap ke wilayah terdampak.
Distribusi pertama dilakukan pada Selasa (4/8/2026) di Kampung Babakan RT 02, 03, dan 04 RW 08 dengan menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sekitar 88 KK.
Selanjutnya pada Jumat (7/8/2026), bantuan air bersih kembali disalurkan ke Kampung Cibodas RT 02, 03, 05, dan 06 RW 09, Kampung Barujagong RT 03 RW 16, serta Kampung Citongtonghot RT 01 dan 02 RW 16. Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan untuk sekitar 569 KK.
Kemudian pada Sabtu (8/8/2026), BPBD kembali mengirimkan 10.000 liter air bersih ke Kampung Cicangkore RT 02, 03, 04, dan 05 RW 04 yang diperuntukkan bagi sekitar 100 KK.
Baca Juga: Membaca Wajah Krisis Air di Sukabumi
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 757 KK yang telah menerima bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Sukabumi selama tiga kali pendistribusian tersebut.
Miky mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan permohonan pemerintah desa dan hasil pendataan di lapangan agar jumlah air yang dikirim sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Didata dulu supaya mencukupi kebutuhan untuk pendistribusian, baru titik ditentukan waktu pengiriman," ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, BPBD Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya PMI Kabupaten Sukabumi, Pramuka Peduli, Filantra, KitaBisa.org, Pemerintah Desa Cisarua, Koramil Nagrak, serta URC PB Desa Cisarua.
Menurut Miky, kondisi kekeringan yang terjadi tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya. Beberapa titik yang terdampak saat ini juga merupakan wilayah yang rutin mengalami kesulitan air bersih ketika musim kemarau.
"Untuk wilayah Desa Cisarua cukup signifikan dampak kekeringan tahun sekarang. Tahun kemarin pun sama, hampir sama," ujarnya.
Saat ini P2BK Nagrak masih terus memantau kondisi sumber air di wilayah terdampak dan siap melakukan pendistribusian lanjutan apabila terdapat permohonan tambahan dari pemerintah desa.
Editor : Denis Febrian