SUKABUMIUPDATE.com – Ribuan mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GRADASI 2026 di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian berbasis potensi dan permasalahan daerah.
Pelepasan mahasiswa KKN Tematik tersebut dilaksanakan di Nusa Putra University, Sabtu pagi (8/8/2026), dan dihadiri langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, para rektor atau perwakilan perguruan tinggi peserta, serta ribuan mahasiswa peserta KKN, baik mahasiswa lokal maupun internasional.
Mengusung semangat GRADASI (Gerakan Akademisi Bersinergi dan Berinovasi), program KKN Tematik ini diarahkan untuk mendorong mahasiswa dan perguruan tinggi agar tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan pengabdian, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menyampaikan bahwa program tersebut melibatkan sekitar 3.100 mahasiswa yang akan bergerak di 80 desa, dengan fokus pada berbagai potensi dan persoalan yang ada di masyarakat.
“Kita punya program GRADASI, Gerakan Akademisi Bersinergi dan Berinovasi, di mana kita ingin menggerakkan delapan kampus yang ada di Sukabumi untuk bisa berkolaborasi dengan 3.100 mahasiswa. Kita akan turunkan ke 80 desa yang ada di Sukabumi,” ungkap Lukman.
Baca Juga: Sekretaris Disdik Jabar: Beasiswa Nusa Putra University Perkuat Masa Depan Pendidikan Jawa Barat
Menurutnya, salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Mahasiswa diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sampah dari tingkat rumah tangga sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPS maupun TPA.
Selain persoalan lingkungan, KKN Tematik juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat. Intervensi perguruan tinggi diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui inovasi, pendampingan, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan produk.
“Masyarakat yang punya produk tertentu itu kita bisa optimalkan sehingga memiliki daya tambah. Dari yang sebelumnya mungkin menjual keripik singkong hanya nilainya seribu, bisa menjadi sepuluh ribu dengan adanya intervensi dari kampus,” lanjutnya.
Kolaborasi tersebut juga akan melibatkan pemerintah daerah untuk membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan program yang dapat memberikan manfaat dan keberlanjutan.
Rektor Nusa Putra University Dr. Kurniawan menilai pelaksanaan KKN Tematik menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di dalam ruang kelas, tetapi perlu melihat secara langsung bagaimana berbagai persoalan terjadi dan bagaimana ilmu yang mereka miliki dapat digunakan untuk memberikan solusi.
“Ini adalah sebuah pembelajaran yang real di masyarakat. Adik-adik mahasiswa bisa memahami bagaimana problem yang ada di masyarakat. Tadi kita konsen kepada pembersihan sampah. Tentunya ini menjadi konsen kita bersama,” ujar Rektor Nusa Putra University.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut mahasiswa dapat belajar bagaimana ilmu yang selama ini diperoleh di perguruan tinggi dapat relate dengan kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa di situ bisa belajar bagaimana ilmu yang sudah didapatkan bisa relate, bisa sesuai dengan problem yang ada, sehingga kita bisa menjadi solusi untuk memperbaiki permasalahan yang ada di masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: Kementerian Agama Apresiasi Beasiswa Gubernur Jabar Non APBD di Nusa Putra
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Nusa Putra University dalam mendorong mahasiswa untuk memiliki pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga kontekstual dan berdampak.
Menariknya, pelaksanaan KKN Tematik GRADASI 2026 juga melibatkan mahasiswa internasional. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran lintas budaya sekaligus memperkenalkan keberagaman masyarakat Indonesia kepada mahasiswa asing.
Salah satu peserta internasional, Nimatullazubair, mahasiswa asal Afghanistan yang menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Informatika Nusa Putra University, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Baginya, KKN menjadi kesempatan untuk beradaptasi dengan budaya Indonesia sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat di luar lingkungan kampus.
“Menurut saya, ini salah satu cara terbaik untuk beradaptasi dengan budaya dan bertemu dengan penduduk setempat. Sangat baik bagi mahasiswa internasional untuk mengetahui tentang kota ini,” tuturnya.
Ia juga mengaku tertarik karena nantinya akan mengunjungi berbagai desa dan bertemu dengan masyarakat dari latar belakang yang beragam.
“Sekarang kita akan ke desa-desa berbeda dan bertemu orang-orang dari berbagai tempat. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya akan bertemu banyak orang, saya akan ke sekolah dan bertemu banyak orang berbeda,” ujarnya.
Bagi Nimatullazubair, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh Indonesia, khususnya Kabupaten Sukabumi, termasuk keindahan daerah dan keramahan masyarakat Sunda.
“Saya sangat bersemangat untuk kegiatan layanan masyarakat ini dan ini akan sangat membantu saya untuk mengetahui banyak tentang Indonesia, tentang Sukabumi, keindahannya, serta hospitality masyarakat Sunda,” katanya.
Pelaksanaan KKN Tematik GRADASI 2026 menjadi gambaran bagaimana perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mahasiswa dapat bersinergi dalam menjawab persoalan masyarakat. Dengan keterlibatan 14 perguruan tinggi LLDIKTI Wilayah IV, ribuan mahasiswa lokal dan internasional, serta dukungan pemerintah daerah, program ini diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)
Sumber: Rilis Humas Nusa Putra University
Editor : Denis Febrian