Sukabumi Update

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi, Api Masih Berkobar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Perum Perhutani di Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB itu hingga Minggu (9/8/2026) belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Kobaran api masih terlihat di sejumlah titik dan berpotensi merembet ke kawasan lahan Perhutani lainnya.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 18 hektare.

"Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong bekas tebangan," kata Daeng kepada Sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Mobil Sampah Diduga Mundur di Tanjakan, Pemotor Tewas di Cikembar Sukabumi

Menurut Daeng, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kebakaran diduga dipicu pembakaran oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Kebakaran diduga akibat pembakaran oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kobaran api belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Selain menghanguskan lahan, api juga berpotensi meluas apabila menjalar ke area Perum Perhutani lainnya.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga: 332 Eks Buruh Tambang Emas Sukabumi Minta Langkah Konkret Penanganan Tunggakan Gaji Rp8,4 Miliar

Upaya pemadaman dan penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan. P2BK Jampangtengah berkoordinasi dengan Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, petugas Damkar Pos Cikembar, perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan, serta masyarakat di sekitar lokasi.

Tim gabungan tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga asesmen dan pemantauan untuk mengantisipasi titik api baru maupun kemungkinan kobaran merembet ke area lainnya.

"Api masih belum bisa dipadamkan," kata Daeng.

Baca Juga: Dua Orang Terluka, Kronologi Mobil Isuzu Traga Box Tabrak Tiang Telepon di Jampangkulon Sukabumi

BPBD Kabupaten Sukabumi menyebut kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan tambahan, terutama personel dan peralatan pemadaman. Penambahan sumber daya tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Hingga Minggu (9/8/2026), petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Pemantauan terus dilakukan mengingat api masih berkobar dan berpotensi merembet ke kawasan lahan lainnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT