SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran lahan terjadi di Kampung Lembur Sawah, RT 14/RW 03, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kobaran api membakar lahan kosong milik warga dengan luas sekitar 5.000 meter persegi. Kondisi sempat mengkhawatirkan karena titik api hanya berjarak sekitar lima meter dari permukiman warga.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, mengatakan sedikitnya 30 rumah warga sempat berada dalam ancaman kobaran api.
"Jarak api dengan permukiman warga sekitar lima meter. Kurang lebih ada 30 rumah yang terancam," kata Dandi.
Baca Juga: Terekam CCTV, Satpam SPPG di Sukabumi Jadi Korban Pembacokan Berandal Motor Berbendera Persib
Menurut Dandi, api berhasil dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran bersama masyarakat melakukan penanganan secara gotong royong.
"Api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali," ujarnya.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan milik warga bernama H. Ahmad dan H. Uton dengan luas sekitar 5.000 meter persegi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Api juga tidak sampai merambat ke permukiman warga yang berada di dekat lokasi.
Terkait penyebab kebakaran, Dandi mengatakan hingga kini belum dapat dipastikan. Namun, berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari ulah orang yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Kronologi Pengendara Scoopy Tewas dalam Kecelakaan dengan Mobil Sampah di Ciangsana Sukabumi
"Penyebabnya diduga ada tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terlebih di tengah kondisi yang saat ini lahan yang mudah terbakar," katanya.
Petugas dan masyarakat kemudian melakukan pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat kondisi lahan kering dan mudah terbakar.
Editor : Asep Awaludin