Sukabumi Update

Bupati Sukabumi Lantik 327 Pejabat di Alun-Alun Gadobangkong, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Asep Japar saat melantik 327 pejabat Pemkab Sukabumi di kawasan wisata Alun-alun Gadobangkong. (Sumber Foto: SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com – Bupati Sukabumi Asep Japar melantik secara resmi 327 pejabat eselon III/a, III/b, dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Momen pengambilan sumpah jabatan tersebut digelar terbuka di kawasan objek wisata Alun-Alun Gadobangkong, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Senin (10/8/2026).

Bupati Asep Japar menjelaskan, pemilihan Alun-Alun Gadobangkong sebagai lokasi pelantikan merupakan terobosan baru untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi. Ke depan, konsep serupa sangat terbuka untuk dilaksanakan di objek wisata daerah lainnya.

"Memang sengaja hari ini dilaksanakan di kawasan wisata Gadobangkong. Mungkin ini baru pertama kali di Kabupaten Sukabumi. Kenapa saya melakukan seperti ini, kita harus seolah-olah mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi," kata Asep Japar kepada sukabumiupdate.com seusai pelantikan.

Dalam arahannya di hadapan ratusan pejabat yang dilantik, Asep Japar menegaskan pentingnya profesionalisme dan loyalitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia meminta seluruh pejabat tidak menganggap jabatan yang diraih sebagai hasil titipan atau perjuangan kelompok tertentu.

"Di sini tidak ada orang Bupati, tidak ada orang Wakil Bupati, tidak ada orang Sekda. Sama semua," kata Asep Japar.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Koperasi, Kepala DKUKM: Perkuat Pilar Ekonomi Kerakyatan

Ia juga menanggapi santai apabila ada pejabat yang merasa kurang puas dengan hasil rotasi, mutasi, maupun promosi kali ini. Asep meminta agar pihak yang keberatan langsung menyampaikan hal tersebut kepada dirinya secara langsung tanpa menyalahkan jajaran di bawahnya.

"Kalau tidak puas, ngomong kepada saya langsung. Jangan menyalahkan Pak Sekda, jangan menyalahkan BKPSDM. Yang tanda tangan saya, jadi salahkan saya," ujarnya.

Tak hanya itu, Asep memperingatkan para pejabat agar tidak melakukan tindakan yang dapat mencoreng integritas birokrasi, termasuk membawa-bawa nama pihak tertentu sebagai pihak yang berjasa atas jabatan yang diperoleh.

Asep mengimbau seluruh pejabat untuk menjaga integritas. Ia bahkan menegaskan tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas berupa demosi atau pencopotan jabatan bagi pejabat yang dinilai tidak andal dalam menjalankan tugas.

"Kalau tidak andal, saya akan melakukan demosi," katanya.

Selama kepemimpinannya, lanjut Asep, tercatat sudah ada sekitar lima pejabat yang didemosi dan beberapa pegawai dikenakan sanksi pemecatan akibat pelanggaran disiplin.

Menurutnya tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan ASN benar-benar menjalankan fungsi utamanya sebagai pelayan masyarakat.

"ASN adalah pelayan masyarakat. Jadi hari ini, raja itu masyarakat. Masyarakat adalah raja yang betul-betul harus dilayani dengan baik oleh kita," tambahnya.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Harap Sinergi Pemkab & Polres Makin Kuat di Bawah Kepemimpinan AKBP Benny Cahyadi

Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Dalam kesempatan tersebut, Asep Japar membantah tegas isu liar mengenai praktik jual beli jabatan maupun sistem titip-menitip dalam pengisian posisi birokrasi di Pemkab Sukabumi. Ia menjamin seluruh proses penetapan jabatan telah mengacu pada sistem merit dengan mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, rekam jejak, dan integritas ASN.

"Tidak ada jual beli jabatan di pemerintah daerah. Tidak ada titip-titip menitip, dan tidak ada kompromi transaksional dalam bentuk apa pun," tegasnya.

Asep menyebut proses penetapan jabatan telah melalui tahapan yang terukur dan mengacu pada regulasi manajemen ASN.

"Keputusan akhir yang saya ambil sebagai Bupati adalah bentuk pertanggungjawaban konstitusional dan moral saya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan warga Kabupaten Sukabumi untuk memastikan bahwa orang yang tepat duduk di posisi yang tepat," ujarnya.

Ia pun meminta para pejabat yang baru dilantik menjaga disiplin dan integritas serta memegang teguh nilai-nilai ASN BerAKHLAK.

Selain itu, para pejabat diminta tetap mampu memberikan pelayanan publik yang optimal meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran.

"Keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Justru dalam keterbatasan inilah kapasitas kepemimpinan, integritas dan kreativitas kita diuji," pungkasnya.

Dari total 327 pejabat yang dilantik, sebanyak 26 di antaranya diamanahi jabatan sebagai Camat. Adapun deretan Camat baru tersebut meliputi Asep Sumantri (Camat Cikidang), Hasanudin (Camat Parungkuda), Ratu Badrijawati (Camat Cisaat), Susandikrilah (Camat Sukalarang), Ade Rikman (Camat Sukabumi), Dadun (Camat Lengkong), Ening Lasminingsih (Camat Ciambar), Rukman Taufik (Camat Ciracap), Habiburohman (Camat Parakansalak), Asep Mustopa (Camat Waluran), Chaerul Ichwan (Camat Cicurug), Ikhsan Muchlis Sani (Camat Jampangtengah), dan Irwan Iskandar (Camat Bojonggenteng).

Selanjutnya Raden Ade Akhsan Bratadiredja (Camat Kalapanunggal), Hodan Pirmansyah (Camat Sagaranten), Sholeh (Camat Cibitung), Taofik Nurhadi (Camat Kalibunder), Tamtam Alamsyah (Camat Cicantayan), Lenni Nurliah (Camat Cidahu), Purnama Giri (Camat Cikakak), Yusup Suherlan (Camat Cidolog), Sutopo (Camat Palabuhanratu), Samsul Arifin (Camat Curugkembar), Yayah Sobariah (Camat Kebonpedes), Usep Supelita (Camat Surade), serta Bobby Prihardy Gumulya (Camat Ciemas).

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT