Sukabumi Update

DP3A Sukabumi Ungkap Kondisi Terkini Perempuan Cibadak yang Ditemukan di Demak

UPTD PPA melakukan asesmen terhadap Shely Visesa (18), warga Cibadak, setelah ditemukan di Demak, Jawa Tengah. (Sumber: dok DP3A)

SUKABUMIUPDATE.com - Shely Visesa (18), warga Kampung Segog, RT 02/01, Desa Batu Nunggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kini berada di rumah aman di Bandung. Shely Visesa sempat menghilang selama sepekan dan ditemukan dengan kondisi trauma kejiwaan di Demak, Jawa Tengah.

Setelah kembali ke Sukabumi, Shely sempat menjalani asesmen awal bersama keluarga. Dari proses tersebut, kondisi fisiknya disebut baik, tetapi Shely masih belum bisa menceritakan secara utuh bagaimana dirinya bisa sampai berada di Demak.

DP3A melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani, mengatakan asesmen dilakukan pada Selasa (4/8), beberapa jam setelah Shely tiba di rumah dari Demak. Shely disebut tiba sekitar pukul 04.00 WIB, sedangkan asesmen dilakukan sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. 

Baca Juga: Harga Daging Ayam di Sukabumi Rp45 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Daya Beli Turun

UPTD PPA Wilayah Sukabumi saat itu mendampingi UPTD PPA Provinsi Jawa Barat dalam melakukan asesmen awal. "Waktu kita ke rumahnya sih masih belum bisa ditanya. Sama keluarga juga belum, belum bisa ditanya," kata Yeni kepada sukabumiupdate.com, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, secara fisik kondisi Shely baik. Namun, saat asesmen Shely masih terlihat bengong dan belum mau menceritakan kepada keluarga mengenai apa yang dialaminya hingga berada di Demak.

"Kalau secara fisik sih baik-baik saja. Cuma memang masih agak bengong," ujarnya.

Baca Juga: 12 Ide Kegiatan Menarik di Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Biar Gak Cuma Diisi Lomba

Yeni mengatakan, kondisi tersebut bisa saja berkaitan dengan kelelahan atau kondisi psikologis Shely. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebabnya.

"Pokoknya dia belum mau bercerita ke keluarganya dengan siapa atau bagaimana prosesnya sampai dia nyampe Demak, itu belum. Belum tergali waktu hari itu," katanya.

Karena itu, proses pemulihan dinilai perlu dilakukan terlebih dahulu. Shely kemudian dibawa ke rumah aman di Bandung untuk mendapatkan pendampingan psikologis sekaligus membantu proses pendalaman yang dilakukan pihak kepolisian.

Baca Juga: Rencana Suntik Modal Perumda Pesona Pariwisata Disorot FPKS DPRD Sukabumi: Target Harus Jelas

Yeni menjelaskan, rumah aman diperlukan agar Shely berada dalam kondisi yang lebih tenang dan tidak mendapat pengaruh dari luar selama proses pendalaman berlangsung. "Kalau di rumah aman kan tenang, tidak ada pengaruh apa-apa gitu ya, diisolasi. Kalau di rumah kan mungkin aja untuk bercerita dia takut ke keluarganya," ujar Yeni.

Menurut Yeni, salah satu hal yang masih menjadi perhatian untuk didalami adalah kemungkinan Shely menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Namun, hal tersebut masih berupa kekhawatiran dan belum merupakan kesimpulan.

"Takutnya jadi korban TPPO," katanya.

Baca Juga: Bukit Pamancar Sukabumi, Negeri di Atas Awan Jampang Tengah dengan View Gunung Gede dan Salak

Selain kemungkinan tersebut, pihak terkait juga masih perlu mendalami berbagai kemungkinan lain mengenai bagaimana Shely bisa berada di Demak. Yeni mengatakan, proses pendalaman tersebut menjadi bagian dari penanganan yang dilakukan pihak provinsi dan kepolisian.

Selama berada di rumah aman, Shely juga tidak bebas menggunakan telepon seluler. Komunikasi dengan keluarga dilakukan melalui pendamping dari UPTD PPA Provinsi Jawa Barat. "UPTD PPA itu hanya membantu menjembatani pihak keluarga berkomunikasi dengan Shely. Karena kan tidak bebas untuk dihubungi," kata Yeni.

Menurutnya, apabila keluarga ingin berkomunikasi dengan Shely, pihak konselor dari UPTD PPA Provinsi Jawa Barat yang akan membantu menghubungkannya. Yeni menjelaskan, UPTD PPA Wilayah Sukabumi sebelumnya berencana melakukan asesmen awal sekaligus merencanakan pendampingan psikologis terhadap Shely. 

Baca Juga: Komisi IV DPRD: 15 Warga Korban Penipuan Loker di Kalimantan Sudah Pulang ke Sukabumi

Rumah aman di Bandung dipilih karena UPTD PPA Kabupaten Sukabumi belum memiliki fasilitas rumah aman yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut. Yeni mengatakan, keputusan membawa Shely ke rumah aman telah disampaikan kepada keluarga. Pihak keluarga dan Shely disebut memahami kebutuhan pemulihan tersebut dan bersedia mengikuti proses pendampingan.

Hingga kini, alasan Shely meninggalkan rumah dan bagaimana dirinya bisa sampai berada di Demak masih belum diketahui secara pasti. Proses pendalaman masih berjalan sembari Shely menjalani pemulihan.

Hilang di Cibadak Ketemu di Demak

Sebelumnya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibadak, Aipda Emin Tukimin, mengatakan Shely mulai kehilangan kontak dengan keluarga sejak 27 Juli 2026. Kabar mengenai keberadaannya baru diterima keluarga pada 31 Juli melalui temannya yang berkomunikasi dengan Shely melalui Telegram.

Baca Juga: Data Sementara Gempa Kolombia: Ratusan Korban Jiwa, Kemlu Ungkap Nasib WNI

Kakak Shely kemudian berangkat ke Demak untuk mencari keberadaan adiknya. Hingga akhirnya, pada 2 Agustus sekitar pukul 22.00 WIB, keluarga mendapat informasi bahwa Shely berada di Polsek Mranggen, Kabupaten Demak.

Menurut Emin, Shely datang sendiri ke Polsek Mranggen dan saat itu bahkan tidak mengetahui bahwa tempat yang didatanginya merupakan kantor polisi. "Saudara Shely itu datang ke sana sendiri. Bahkan dia tuh nggak tahu kalau itu kantor Polsek, padahal tulisannya jelas," kata Emin.

Shely kemudian dijemput pihak keluarga yang didampingi kepolisian dari Polsek Cibadak dan tiba kembali di Sukabumi pada Selasa (4/8). Setelah itu, Shely menjalani asesmen sebelum dibawa ke rumah aman di Bandung untuk menjalani proses pemulihan dan pendalaman lebih lanjut.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT