Sukabumi Update

Buka Lahan-Bakar Sampah Ditinggal Pergi, Api Hanguskan Lahan 3.000 Meter Persegi di Parungkuda

Kebakaran lahan milik PT Niaga Sejahtera Plastik Industri (NSPI) di Kampung Setia Bakti, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/8/2026). (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran lahan terjadi di Kampung Setia Bakti RT 02/RW 03, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/8/2026) sekira pukul 13.30 WIB. Api membakar lahan milik PT Niaga Sejahtera Plastik Industri (NSPI) yang sebelumnya dikenal sebagai perusahaan Saraswati.

Wakil Komandan Posko Damkar Parungkuda IV Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Sudirman, mengatakan luas lahan yang terbakar berdasarkan keterangan pihak perusahaan mencapai sekitar 3.000 meter persegi.

"Untuk luas lahan berdasarkan keterangan dari pihak perusahaan itu 3.000 meter persegi," kata Sudirman, kepada Sukabumiupdate.com.

Menurutnya, lahan tersebut sebelumnya merupakan area yang ditumbuhi ilalang. Lahan kosong milik perusahaan kemudian dipercayakan kepada masyarakat setempat untuk digarap sebagai lahan pertanian.

Baca Juga: Diduga Akibat Pembakaran, Api Lahap Lahan Alang-alang di Pinggir Jalan Ciracap Sukabumi

Dalam proses membuka lahan, warga diduga membakar sampah yang berada di sekitar area tersebut lalu ditinggal pergi. Sampah yang dibakar berada cukup dekat dengan rumpun bambu sehingga api kemudian merembet.

"Jadi si petani itu membakar sampah untuk buka lahan, si sampahnya dibakar," ujarnya.

Sudirman menjelaskan, selain rumpun bambu dan sampah, api juga membakar ilalang di sekitar lokasi.

"Iya. Ilalang juga, ilalang juga," katanya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Parungkuda mengerahkan lima personel. Lima personel dari Damkar Cicurug juga turut membantu setelah diperbantukan ke Parungkuda.

"Untuk personel dari Damkar Parungkuda 5 orang, dari Cicurug juga sama, 5 orang," ujar Sudirman.

Baca Juga: UPTD PPA: Korban Pencabulan Ayah Kandung di Sukaraja Sempat Kabur dan Berlindung di Rumah Aman

Proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Armada pemadam tidak dapat langsung masuk ke titik kebakaran karena lokasi yang terbakar berada di area tebing. Petugas akhirnya melakukan penyemprotan dari area pabrik yang berada di bagian atas.

"Untuk kendala mungkin mobil unit gak langsung bisa masuk ke lokasi ya. Kita penyemprotan dari area pabrik dari atas," katanya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus menggunakan selang hingga sekitar 100 meter atau tiga gulung untuk menjangkau titik api. Pemadaman berlangsung sekitar satu jam 15 menit.

"Untuk pemadaman hampir sekitar 1 jam lebih Pak, 1 jam seperempat lah kurang lebih," ucapnya.

Meski api berada cukup dekat dengan permukiman, Sudirman menyebut kawasan tersebut berhasil diselamatkan. Petugas yang tiba di lokasi kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan api tidak menjalar ke permukiman.

Baca Juga: DP3A Dampingi Persidangan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kalapanunggal: Kini Korban Kembali Sekolah

"Untuk permukiman alhamdulillah terselamatkan," ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, Sudirman mengatakan dugaan sementara api bermula ketika warga membakar sampah untuk membuka lahan. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, sampah tersebut kemudian ditinggalkan saat proses pembakaran masih berlangsung.

"Yang mau buka lahan itu sampahnya dibakar," katanya.

Ia menyebut kondisi cuaca yang panas dan angin yang kencang membuat api lebih cepat merembet ke area sekitar.

"Gak tahu kan angin sangat kencang, memang cuacanya panas begini kan cepat gitu merembetnya apinya," ujar Sudirman.

Dalam penanganan kebakaran, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya pihak Kecamatan melalui Satpol PP, pemerintah desa, serta pihak perusahaan yang mengerahkan petugas keamanan dan karyawan.

Baca Juga: Cimaja Kembali Jadi Panggung Surfing Dunia, Peselancar 13 Negara Siap Unjuk Ketangkasan

Sudirman mengingatkan masyarakat yang hendak membuka lahan agar tidak meninggalkan api saat melakukan pembakaran sampah.

"Untuk himbauan mungkin ya khususnya bagi masyarakat yang mau buka lahan untuk cuaca saat ini tolong lah kalau emang itu istilahnya sampahnya mau dibakar tolong ditunggu jangan sampai kita bakar langsung ditinggal," katanya.

Menurutnya, pembakaran yang ditinggalkan tanpa pengawasan berpotensi menimbulkan kejadian yang merepotkan banyak pihak, termasuk petugas pemadam kebakaran.

"Nantinya kan bisa menyebabkan merepotkan banyak orang lah gitu, terutama untuk Damkar sendiri," pungkasnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT