Sukabumi Update

Resmikan 4 Layanan Canggih RSUD Sekarwangi, Menkes Ingin Warga Sukabumi Tak Lagi Dirujuk ke Luar Daerah

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Bupati Sukabumi Asep Japar dan Dirut RSUD Sekarwangi, dr. Asep Suherman saat meresmikan 4 layanan canggih RSUD Sekarwangi. (Sumber Foto: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pelayanan kesehatan di tingkat kabupaten/kota harus semakin diperkuat agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke kota besar untuk mendapatkan layanan medis.

Hal itu disampaikan Budi saat meresmikan layanan Cathlab, Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), CT Scan 64 Slices, dan Laboratorium Mikrobiologi di RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, Rabu (12/8/2026).

Menurut Budi, pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan lima kelompok penyakit yang menjadi penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia, yakni stroke, penyakit jantung, kanker, penyakit ginjal, serta masalah kesehatan ibu dan anak.

"Pak Presiden menugaskan saya agar penanganan penyakit-penyakit ini kalau bisa selesai di tingkat kabupaten/kota. Kasihan masyarakat Sukabumi kalau harus dirujuk sampai ke Bandung atau Jakarta," ujar Budi.

Ia mengatakan, pembangunan fasilitas kesehatan berteknologi tinggi di daerah merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperpanjang angka harapan hidup penduduk Indonesia.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi dan Bupati Sukabumi Resmikan Empat Layanan Canggih RSUD Sekarwangi

Saat ini, rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia berada di kisaran 72 tahun. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 76 tahun dalam beberapa tahun ke depan.

Karena itu, Kementerian Kesehatan terus mendorong pemerataan layanan kesehatan canggih hingga ke daerah, termasuk melalui pengadaan alat kesehatan modern di rumah sakit daerah.

Menurut Budi, kehadiran Cath Lab dan CT Scan 64 Slices di RSUD Sekarwangi menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem rujukan nasional.

Dengan fasilitas tersebut, masyarakat Sukabumi yang membutuhkan penanganan penyakit jantung atau stroke tidak harus langsung dirujuk ke rumah sakit di Bandung maupun Jakarta.

"Kami berharap dengan alat-alat ini sekitar 80 sampai 90 persen kasus kesehatan masyarakat Sukabumi bisa ditangani di tingkat kabupaten/kota," katanya.

Selain pembangunan infrastruktur kesehatan, Budi juga menyoroti pentingnya keberadaan tenaga kesehatan lokal.

Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dokter dan tenaga medis agar mereka dapat bekerja dengan tenang dan fokus melayani masyarakat.

"Saya meminta pemerintah daerah mengutamakan dan memperhatikan kesejahteraan para dokter dan tenaga medis asli daerah agar dapat bekerja dengan tenang dan fokus melayani pasien," tandasnya.

Menurut Budi, keberhasilan transformasi layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat kesehatan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

Bupati Sukabumi Apresiasi Bantuan Pemerintah Pusat

Hadirnya sejumlah kesehatan berteknologi tinggi di RSUD Sekarwangi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Sukabumi Asep Japar.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

"Alhamdulillah atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kesehatan dan Presiden RI atas bantuan alat canggih ini. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat Kabupaten Sukabumi tidak perlu berbondong-bondong berobat ke luar daerah lagi dan bisa terlayani dengan lebih baik," kata Asep Japar.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT