SUKABUMIUPDATE.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) terus memperluas kontribusinya di tengah masyarakat melalui berbagai program pengabdian. Selain berkolaborasi dengan Sentra Phalamartha Sukabumi dalam menghadirkan layanan rehabilitasi sosial, mahasiswa KKN UMMI juga menggelar penyuluhan mitigasi bencana dan kesehatan jiwa di Desa Damarraja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.
Kolaborasi dengan Sentra Phalamartha Sukabumi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Sosial (Kemensos) RI, diwujudkan melalui program Layanan Rehabilitasi Sosial Bergerak Menjangkau Masyarakat (LAYAR BERGEMA).
Program tersebut menjadi upaya untuk memperluas akses pelayanan rehabilitasi sosial kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) secara langsung di tengah masyarakat. Melalui konsep jemput bola, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan sosial dan rehabilitasi secara gratis.
LAYAR BERGEMA secara rutin dimanfaatkan ratusan warga yang membutuhkan pendampingan maupun akses terhadap pelayanan sosial. Layanan yang diberikan meliputi asesmen sosial, konsultasi psikososial, psikoedukasi, pemeriksaan kesehatan umum, terapi, pendampingan sosial, hingga penyaluran program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).
Baca Juga: Kasus Narkoba Kades Tamanjaya Sukabumi, BPD Belum Berani Usulkan Pemberhentian
Ketua Perwakilan Kelompok KKN UMMI, Muhammad Farhan, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam sistem pelayanan sosial yang inklusif.
“Mahasiswa KKN UMMI berperan aktif dalam memfasilitasi alur pelayanan, mulai dari tahap registrasi peserta, pendampingan penerima manfaat, hingga koordinasi operasional di lapangan bersama tim Sentra Phalamartha,” ujar Farhan, Rabu (12/8/2026).
Selain pelayanan sosial, mahasiswa KKN UMMI juga memberikan perhatian terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penyuluhan Mitigasi Bencana dan Kesehatan Jiwa pada Situasi Bencana di Desa Damarraja, Kecamatan Warungkiara.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi sebagai narasumber materi mitigasi bencana. Sementara materi mengenai kesehatan jiwa pada situasi bencana disampaikan oleh Hadi Abdillah, S.Kep., Ners., MMRS., M.Kep.
Penyuluhan diikuti perangkat desa, kader PKK, tokoh masyarakat, serta warga Desa Damarraja. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi, langkah mitigasi sebelum, saat, dan setelah bencana, serta pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
Tak hanya membahas aspek keselamatan fisik, penyuluhan juga menyoroti pentingnya kesehatan jiwa ketika bencana terjadi. Hadi Abdillah menjelaskan berbagai dampak psikologis yang dapat muncul setelah bencana, seperti kecemasan, ketakutan, dan stres.
Baca Juga: KKN PCM Jampangtengah UMMI Ikut Senam Bersama Warga, Gelar Cek Kesehatan Gratis
Masyarakat juga dibekali pengetahuan mengenai cara sederhana menjaga kesehatan mental serta memberikan dukungan emosional kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar saat menghadapi situasi darurat.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari sejumlah pertanyaan yang disampaikan, mulai dari langkah penyelamatan diri, kesiapan keluarga menghadapi bencana, hingga cara menjaga kesehatan mental dalam kondisi darurat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMMI tidak hanya berupaya mendekatkan akses pelayanan sosial, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat.
Menurut Farhan, kolaborasi antara perguruan tinggi, Kemensos RI melalui Sentra Phalamartha Sukabumi, BPBD Kabupaten Sukabumi, tenaga profesional, dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan.
“Selain memberikan intervensi medis dan psikososial langsung, tim gabungan juga memberikan edukasi terkait pentingnya dukungan keluarga serta lingkungan sekitar dalam memulihkan keberfungsian sosial penerima manfaat,” jelasnya.
Ia berharap berbagai program pengabdian yang dilakukan mahasiswa dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, baik dalam aspek pelayanan sosial, kesehatan, maupun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Langkah kolaboratif tersebut menjadi bukti komitmen mahasiswa KKN UMMI dalam mendukung terciptanya sistem pelayanan sosial daerah yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Adapun mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKN tersebut yakni Muhamad Nasihin, Muhammad Haikal Fauzan, Muhamad Azril Fadhlurrahman Suhendri, Samsul Huda, Denis Fadlillah, Siska Apriati Kurnia, Pasha Nurpalah, Luri Apriliani, Hanifah Asy Syahidah, Muhammad Farhan, Dewi Amalia, Siti Salma Apriyantri, Zulfa Nur Azizah, Nurul Azizah, dan Linda Nurpitriani.(adv)
Editor : Asep Awaludin