SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pertanian menjadi salah satu fokus penyegaran personel ASN (aparatur sipil negara) dalam mutasi yang dilakukan Bupati Sukabumi Asep Japar, pada Senin 10 Agustus 2026. Tiga pejabat baru ditugaskan untuk sejumlah posisi di Dinas Pertanian yang menargetkan peningkatan swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi.
Usai lantik ratusan pejabat eselon III/a, III/b, dan IV dari berbagai organisasi perangkat daerah di alun-alun Gadobangkong Palabuhanratu, Bupati Asep Japar mengimbau seluruh pejabat untuk menjaga integritas.
Ia menegaskan tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas berupa demosi atau pencopotan jabatan bagi pejabat yang dinilai tidak andal dalam menjalankan tugas. "Kalau tidak andal, saya akan melakukan demosi," katanya.
Baca Juga: 9 Penugasan Baru ASN di Dinas PU Kabupaten Sukabumi dalam Mutasi 2026
Menurutnya tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan ASN benar-benar menjalankan fungsi utamanya sebagai pelayan masyarakat. Asep menyebut proses penetapan jabatan telah melalui tahapan yang terukur dan mengacu pada regulasi manajemen ASN.
Ia meminta para pejabat yang baru dilantik menjaga disiplin dan integritas serta memegang teguh nilai-nilai ASN BerAKHLAK. Selain itu, para pejabat diminta tetap mampu memberikan pelayanan publik yang optimal meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
"Keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Justru dalam keterbatasan inilah kapasitas kepemimpinan, integritas dan kreativitas kita diuji," pungkas Bupati Sukabumi.
Baca Juga: Curug Cigentis, Air Terjun 25 Meter di Kaki Gunung Sanggabuana yang Jadi Ikon Wisata Karawang
Mutasi Pejabat UPTD Dinas Pertanian
Dalam mutasi kali ini, ada 3 penugasan baru di lingkung dinas pertanian Kabupaten Sukabumi. Jubaedi dilantik sebagai Kepala UPTD Pertanian Wilayah Jampangtengah, Ahmad Arief sebagai kepala uptd pertanian wilayah Cicurug dan Usep Setiawan sebagai Kepala Subag Tatat Usaha UPTD Pertanian Wilayah Jampangtengah.
Saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terus mempercepat modernisasi sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Gerakan Tanam Padi dengan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Gerakan tanam padi tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong petani beralih ke sistem budidaya berbasis teknologi. Melalui metode PM-AAS, petani diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi, menghemat penggunaan air, dan memaksimalkan efisiensi sarana produksi.
Baca Juga: Mutasi 2026: Arianja Hasbulwafi Jabat Sekretaris Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan penerapan PM-AAS merupakan bagian dari transformasi pertanian menuju sistem budidaya yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan. "Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional," ujarnya kepada sukabumiupdate Juli 2026.
Menurut Aep, penerapan teknologi budidaya secara terpadu menjadi kunci meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Dengan sistem yang lebih presisi, petani tidak hanya memperoleh hasil panen lebih tinggi, tetapi juga mampu menghemat penggunaan air, pupuk, serta biaya operasional.
"Modernisasi pertanian harus terus didorong agar petani semakin efisien dalam berproduksi dan mampu menghadapi tantangan perubahan iklim," katanya.
Baca Juga: Antisipasi Puncak Kemarau, Pemprov Jabar Siaga Penuh Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
Ia berharap program PM-AAS dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Sukabumi. Melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi pertanian modern, sektor pertanian diyakini akan semakin tangguh serta mampu menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
"Gerakan tanam ini menjadi bukti bahwa modernisasi pertanian bukan lagi sekadar konsep, melainkan langkah nyata menuju pertanian yang maju, efisien, dan berdaya saing, sekaligus memperkokoh cita-cita Indonesia mewujudkan swasembada pangan," pungkas Aep. (*)
Editor : Fitriansyah