Sukabumi Update

Ratusan Santri di Cikundul Sukabumi Keracunan, Sampel Menu MBG Diperiksa

Petugas Dinkes cek kondisi para santri yang mengalami gejala keracunan di Cikundul Sukabumi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan santri Pesantren Alam Baiti Jannati di Cikundul Lembursitu Kota Sukabumi Jawa Barat yang mengalami gejala keracunan, sejak Jumat petang 14 Agustus 2026, ditangani dua rumah sakit milik pemerintah daerah, yaitu RSUD Al Mulk dan R Syamsudin SH. Pemerintah daerah juga sudah mengambil sampel menu MBG atau Makan Bergizi Gratis dan potensi lain penyebab penyebab keracunan.

Hal tersebut diungkap Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari usai melihat langsung kondisi para santri korban keracunan di RS AL Mulk Lembursitu. Menurut Rojab para santri tersebut mengalami gejala keracunan tak lama setelah mengkonsumsi menu MBG Jumat 15 Agustus 2026.

“Sejumlah pasien yang tadi ditemui menceritakan gejala keracunan mulai dirasakan santri sejak Jumat sore kemarin tak lama setelah mengkonsumsi menu MBG yang dibagikan oleh SPPG,” jelasnya kepada sukabumiupdate.com, melalui sambungan telepon, Sabtu.

Baca Juga: Local Media Community: Dukungan Google untuk Penguatan Ekosistem Media Lokal

Menu MBG yang hari itu dikonsumsi para santri adalah nasi, tumis pakcoy, balado telur ceplok, orek tempe, serta susu UHT kemasan. “Malam harinya santri juga mengkonsumsi makan malam. Subuh kondisi para santri yang mengalami gejala keracunan makin parah. kemudian mulai dibawa ke rumah sakit,” lanjut Rojab.

Kondisi para santri korban keracunan hingga Sabtu siang, ungkap Rojab sudah mendapatkan penanganan medis terukur, baik Infus maupun obat-obatan. “Alhamdulilah kondisi yang saya lihat langsung di RS Al Mulk mulai membaik. Pemerintah daerah mengerahkan semua potensi untuk melakukan penanganan medis.”

Dia juga menjelaskan bahwa tim gabungan sejumlah dinas terkait termasuk kepolisian juga sudah melakukan pengumpulan bahan makanan dan minuman yang diduga berpotensi menyebabkan keracunan. “Sampel menu MBG dari SPPG sudah diambil oleh petugas untuk diperiksa,” bebernya.

Baca Juga: Ucapan Selamat 17 Agustus yang Penuh Semangat Peringati Hari Kemerdekaan RI

Rojab menegaskan bahwa saat ini yang dilakukan pemerintah daerah, adalah fokus penanganan pasien santri yang mengalami keracunan. “Kita fokus dulu memastikan ratusan santri yang dirawat karena keracunan ini sehat kembali,” pungkasnya.

Penjelasan Pesantren

Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati, Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi mencatat ada 134 orang di lembaga pendidikan tersebut yang mengalami gejala keracunan. Para santri yang terdiri dari tingkat SMP dan SMA itu mengalami sejumlah keluhan, mulai dari pusing, mulas hingga muntah-muntah. Namun

Pimpinan Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati, Faid Fauzan, mengatakan gejala mulai dirasakan sejumlah santri sekitar pukul 14.30 WIB atau setelah mereka menyantap MBG pada pukul 12.30 WIB. "Anak-anak sakit dengan gejala muntah-muntah memang mengarah pada keracunan, tapi belum dirilis secara resmi dari rumah sakit bahwa ini adalah keracunan," kata Faid saat ditemui, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga: Korban Jiwa dan Tsunami, Tanggap Darurat Pasca Gempa M7,7 Nagekeo NTT

Faid mengatakan, gejala awal berupa pusing mulai muncul sekitar pukul 14.30 WIB. Pada malam harinya, beberapa santri mulai mengalami muntah dan mulas. Kondisi tersebut kemudian semakin terlihat setelah para santri mengikuti halaqah usai salat Subuh pada Sabtu pagi.

"Begitu tidur, pagi tadi setelah Subuh kami selesai halaqah Subuh, itu kami mendapati banyak santri yang muntah-muntah. Nah, mencuatnya itu setelah Subuh," ujarnya.

Pihak pondok kemudian membawa sejumlah santri yang mengalami muntah-muntah dan pusing ke puskesmas. Dari sana, mereka dianjurkan mendapatkan penanganan lebih lanjut di IGD RSUD Al-Mulk. Namun, karena jumlah santri yang mengalami keluhan terus bertambah, sebagian santri kemudian dirujuk atau dibawa ke RS Bunut.

Baca Juga: Kota Sukabumi Duduki Peringkat Empat Besar Smiling West Java Award Juli 2026

Total terdapat 134 orang yang mengalami keluhan, terdiri dari 133 santri dan satu orang dewan asatidz. Sementara jumlah keseluruhan santri di Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati mencapai 645 orang.

Hingga Sabtu, sejumlah santri masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara sebagian lainnya sudah diperbolehkan pulang dan kembali ke pondok. Faid menyebut sekitar 10 hingga 15 santri telah kembali ke pondok dalam dua kloter. Ia mengatakan kondisi beberapa santri yang masih menjalani perawatan juga mulai menunjukkan perbaikan.

Faid juga menerangkan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi sudah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para santri. Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium dan disinkronkan dengan hasil pemeriksaan dari santri yang mengalami keluhan.

Baca Juga: Geotermal Cisolok-Cikakak Didorong Segera Groundbreaking, Diren Pandimas Temui Tenaga Ahli Menteri ESDM

Sampel makanan tersebut diambil dari sisa masakan yang ada di SPPG. Pihak pondok sendiri menyebut makanan MBG dikonsumsi para santri sekitar pukul 12.30 WIB, setelah makanan tiba di pondok sekitar pukul 11.00 WIB.

Untuk Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati, makanan MBG berasal dari dua SPPG. Faid mengatakan pihak pondok kini memilih berfokus pada kondisi para santri dan melakukan evaluasi internal. 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT