SUKABUMIUPDATE.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) kelompok 04 Desa Cidadap menggelar sosialisasi pencegahan perundungan atau bullying kepada siswa-siswi sekolah dasar di Desa Cidadap, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 3 Cidadap dan MI Cihaur dengan tujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya serta dampak negatif bullying, cara mengenali tindakan perundungan, hingga langkah yang dapat dilakukan ketika menjadi korban maupun menyaksikan aksi perundungan.
Sosialisasi di SDN 3 Cidadap dilaksanakan dua kali, yakni Senin (13/7/2026) dengan narasumber Ade Irma dan diikuti 50 siswa. Kegiatan kembali digelar pada Jumat (17/7/2026) dengan narasumber Gilang Hermawan dan diikuti 50 siswa.
Sementara sosialisasi di MI Cihaur dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) dengan narasumber Ade Irma dan Ismi Nurramadhan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 siswa.
Baca Juga: Golkar Tolak Pinjaman Rp89 Miliar Pemkot Sukabumi ke PT SMI, Soroti Beban Utang hingga 2030
Materi disampaikan secara interaktif melalui ceramah, tanya jawab, diskusi ringan, serta pendekatan yang disesuaikan dengan usia peserta. Para mahasiswa KKN juga mengajak siswa memahami berbagai bentuk perundungan dan dampak yang dapat ditimbulkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Narasumber dari KKN 04 Cidadap, yakni Ade Irma (19), Ismi Nurramadhan (21), dan Gilang Hermawan (22), menjelaskan mengenai bahaya bullying, ciri-ciri perilaku perundungan, dampaknya terhadap korban, serta solusi yang dapat dilakukan ketika mengalami tindakan tersebut.
Mahasiswa KKN UMMI saat renungan bersama para siswa siswi.
Pada kegiatan di MI Cihaur, Ismi Nurramadhan memberikan sesi renungan kepada para siswa. Sesi tersebut bertujuan membantu siswa mengingat kembali pengalaman atau tindakan yang pernah membuat mereka merasa tidak nyaman.
Melalui sesi tersebut, sejumlah siswa kemudian lebih terbuka untuk menceritakan pengalaman perundungan yang pernah mereka alami. Para siswa diminta menuliskan pengalaman pribadi sebagai korban bullying pada selembar kertas untuk kemudian disampaikan kepada narasumber.
Selain itu, edukasi mengenai pencegahan bullying juga disampaikan melalui lagu agar pesan yang diberikan lebih mudah diingat dan dipahami oleh siswa.
Baca Juga: Nelayan Ngaku Ditolak Beli BBM di SPBU Dermaga Palabuhanratu, Deretan Jeriken Bikin Geger
Dari kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menemukan adanya siswa yang mengaku pernah menjadi korban bullying. Bentuk perundungan yang ditemukan meliputi bullying secara fisik, sosial, dan verbal.
Bullying fisik melibatkan kontak fisik antara pelaku dan korban, seperti tindakan memukul. Sementara bullying sosial terjadi ketika seseorang menyebarkan rumor atau informasi yang tidak benar sehingga korban dijauhi oleh teman-temannya.
Adapun bullying verbal dilakukan melalui ucapan atau ejekan yang menyerang kondisi fisik maupun sosial korban, seperti menyebut seseorang jelek, hitam, kurus, gendut, atau miskin.
Dalam temuan tersebut, tindakan perundungan juga dapat dilakukan secara berkelompok, sementara korban berada dalam posisi seorang diri. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat korban semakin sulit untuk melawan maupun menyampaikan apa yang dialaminya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN 04 Cidadap mendorong para siswa untuk saling menghargai, tidak melakukan perundungan, serta berani berbicara dan melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar serta mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, dewan guru, dan para siswa yang mengikuti kegiatan.
Mahasiswa KKN berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.(adv)
Editor : Asep Awaludin