Sukabumi Update

Berdaster Merah Motif Bunga, Kronologi Mayat Ditemukan di Sungai Cicatih Sukabumi

Polisi mengevakuasi mayat perempuan yang ditemukan di pinggir Sungai Cicatih, Kampung Sukamaju RT 02/01 Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Penemuan mayat perempuan di aliran Sungai Cicatih mengagetkan warga Kampung Sukamaju RT 02/01 Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026).

Kepala Desa Warnajati Hilmi Nurhikmat menerima laporan penemuan itu sekira pukul 13.30 WIB. Ia lalu mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah di pinggir sungai dalam posisi tengkurap sehingga wajahnya belum terlihat.

"Ciri-cirinya perempuan, hanya dalam keadaan tengkurap, jadi wajahnya enggak kelihatan," kata Hilmi kepada sukabumiupdate.com.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa daster berwarna merah dengan motif bunga. Tidak ada barang lain yang diketahui ditemukan di sekitar lokasi yang bisa langsung membantu proses identifikasi.

Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sekitar sungai. Waktu bersamaan, ada pula anak kecil yang mandi di sana. Tak lama, warga langsung meminggirkan korban dan melapor ke pemerintah desa lewat ketua RT.

Hilmi mengatakan pihaknya mengecek kemungkinan adanya warga Warnajati yang kehilangan anggota keluarga dalam beberapa hari terakhir. Namun, berdasarkan informasi dari RT dan penduduk, tidak ada laporan tersebut.

Baca Juga: Ditemukan KTP Warga Sukabumi, Mayat Pria di Waduk Embung Cilincing Jakut

Di tengah pencarian informasi mengenai identitas korban, pemerintah desa memperoleh kabar soal adanya warga Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, yang hilang.

Pihak keluarga yang bersangkutan kemudian datang dan sempat mengenali korban. Tetapi, identitasnya masih belum dapat dipastikan sehingga jenazah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.

Hilmi menyebut dugaan itu masih perlu dipastikan karena pihak desa tidak mengikuti proses pemeriksaan jenazah. Terlebih, kondisi fisik korban sudah mengalami perubahan sehingga diperkirakan telah meninggal sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.

"Kalau melihat kondisi mayat, sudah berubah fisiknya, mungkin dua-tiga hari itu kejadian," kata dia.

Wilayah Desa Cisarua memang berada tidak jauh dari lokasi penemuan. Menurut Hilmi, area tersebut juga berada di bantaran sungai yang terhubung dengan aliran Sungai Cicatih di Desa Warnajati. Jaraknya diperkirakan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi ditemukannya mayat.

Untuk ciri fisik, Hilmi menyebut korban merupakan perempuan yang diperkirakan berusia di atas 40 hingga 50 tahun. Namun, usia maupun identitas korban belum dapat dipastikan.

Hingga Minggu sore, Pemerintah Desa Warnajati masih menunggu hasil pemeriksaan dan informasi resmi dari petugas yang menangani penemuan tersebut.

"Belum terkonfirmasi karena kami juga tadi tidak mengikuti sampai pemeriksaan. Kalau ada konfirmasi, mungkin ada pemberitahuan dari pihak yang berwenang, kepolisian," kata Hilmi.

Hilmi menambahkan, berdasarkan pengecekan sementara, korban kemungkinan bukan warga Desa Warnajati. Tetapi, kepastian mengenai identitas dan asal korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT