SUKABUMIUPDATE.com - Penanganan terhadap santri Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati asal Cikundul, Kecamatan Lembursitu, yang mual dan muntah setelah diduga mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), terus berlanjut. Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyatakan biaya perawatan korban ditanggung melalui skema bantuan kesehatan.
"Alhamdulillah semua dibiayai oleh Pak Wali Kota melalui Dinas Kesehatan Kota Sukabumi," kata Pimpinan Pondok Pesantren Alam Baiti Jannati Faid Fauzan kepada sukabumiupdate.com pada Minggu malam (16/8/2026).
Sebelumnya, Faid menyampaikan dari 134 orang yang mengalami keluhan, sebagian besar sudah kembali ke pondok. Hanya tiga santri yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut dia, kondisi para santri yang telah pulang sudah mulai kembali mengikuti aktivitas seperti bermain bola, voli, hingga mengikuti berbagai perlombaan.
"Anak-anak sudah pulang, dari 134 tinggal tiga orang yang masih dirawat dan insyaAllah (menyusul) juga pulang," ujarnya.
Hingga Minggu malam, ketiga santri tersisa belum kembali ke pondok. Faid mengatakan, berdasarkan informasi dari perwakilan pondok yang berada di rumah sakit, tiga orang tersebut sebenarnya telah bisa pulang, tetapi masih menunggu pemeriksaan dokter. "Dokter baru ada hari Selasa sebab besok libur," katanya menjelaskan kabar terbaru.
Perawatan para santri sempat dipantau langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan wakilnya Bobby Maulana saat mengunjungi RSUD R Syamsudin SH atau RS Bunut pada Sabtu (15/8/2026). Dalam video yang diunggah akun Instagram-nya, Ayep menyebut kedatangan dia adalah untuk melihat kondisi santri yang disebut mengalami keracunan makanan.
Baca Juga: Kabar 134 Santri di Cikundul Sukabumi Diduga Keracunan, Tersisa 3 Masih Dirawat
Saat di ruang perawatan, Ayep menanyakan kondisi para pasien kepada tenaga kesehatan. Pihak rumah sakit menyampaikan keluhan mual sudah teratasi dan sebagian tinggal menyelesaikan proses administrasi. Ia juga mendapat laporan dari Kepala Dinas Kesehatan terkait jumlah pasien yang telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
"Dari 59 ada 21 pak yang sudah dipulangkan dari Bunut (RSUD R Syamsudin SH)" kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah dalam video tersebut, yang juga menyampaikan bahwa di rumah sakit lain yakni RSUD Al-Mulk terdapat 35 pasien yang telah kembali ke pondok. Pernyataan ini diungkapkannya pada Sabtu lalu, sebelum data keseluruhan diperoleh.
Ayep mengapresiasi penanganan rumah sakit yang dinilainya berlangsung cepat setelah kejadian dilaporkan. Ia menyebut pembiayaan perawatan para pasien berasal dari bantuan kesehatan yang telah dianggarkan Pemkot Sukabumi. "Untuk biayanya dari bantuan kesehatan Kota Sukabumi," ujarnya.
Selain penanganan medis, Pemkot Sukabumi juga akan melakukan observasi langsung terhadap proses distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ayep mengatakan pihaknya akan melihat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan. "Pemkot segera akan observasi ke lapangan dan melihat SOP untuk sistem distribusi makanan dari SPPG itu, kemudian dilaporkan ke Satgas dan dilaporkan juga ke penanggung jawab di atasnya," kata dia.
Langkah itu menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah daerah saat ini masih menunggu pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi para santri. Sampel telah dikirim ke Bandung untuk diperiksa di Laboratorium Provinsi Jawa Barat. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut.
"Makanan pun sekarang sudah diberangkatkan ke Bandung untuk dites di Laboratorium Provinsi Jawa Barat," lanjut Ayep.
Ia mengungkapkan ini menjadi respons cepat Pemkot Sukabumi dalam menangani kondisi kedaruratan, termasuk yang diduga berkaitan dengan makanan. Ayep mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan, mulai rumah sakit, Dinas Kesehatan, pemerintah kecamatan, hingga jajaran Pemkot Sukabumi.
"Alhamdulillah penanganannya sangat cepat. Ini kompak sekali, saya wali kota dan juga wakilnya, direktur utama Bunut, pak direksinya ada, bu kadis, sekdis, dan bu camat juga, karena lokasinya di Kecamatan Lembursitu sehingga semua kita serentak bersama-sama menangani permasalahan ini," katanya.
Hingga kini, penyebab pasti keluhan yang dialami para santri masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemkot Sukabumi akan mengevaluasi proses distribusi makanan sebagai bagian dari upaya mencegah kejadian serupa agar tidak terulang.
Editor : Oksa Bachtiar Camsyah