SUKABUMIUPDATE.com – Komunitas Pecinta Alam dan Sejarah Jampang (Kompaser Jampang) bersama Komando Pencinta Alam Siswa SMAN 1 Ciracap (Kompas Smanic) kembali menggelar kegiatan susur pantai ke Pulau Keris di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, Kabupaten Sukabumi.
Ekspedisi tahunan edisi ke-12 ini dihelat dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 75 peserta yang berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya Darul Amal Jampangkulon, SMKN 1 Surade, SMAN 1 Ciracap, serta para alumni SMAN 1 Ciracap.
Pembina Kompaser Jampang sekaligus Pembina Kompas Smanic, Beni Bunyamin, mengatakan, para peserta memulai perjalanan dari Muara Cipanarikan, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Mereka kemudian menyusuri garis pantai dengan jarak tempuh sekitar 17 kilometer hingga mencapai kawasan Pulau Keris, yang berada di area batuan karang perbatasan Kecamatan Ciracap dan Kecamatan Ciemas.
"Start dari Muara Cipanarikan pukul 09.30 WIB dan tiba di Pulau Keris sekitar pukul 14.00 WIB. Jarak yang ditempuh sekitar 17 kilometer," ujar Beni kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Berenang Saat Libur 17 Agustus, Pemuda Hilang Terseret Ombak di Pantai Karangnaya Sukabumi
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas penjelajahan alam. Susur pantai juga dikemas sebagai sarana menanamkan nilai sejarah, semangat perjuangan, kecintaan terhadap alam, serta nasionalisme kepada para peserta.
Hal itu terlihat dari sejumlah simbol yang sengaja dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya adalah pengibaran bendera Merah Putih berukuran panjang 28 meter yang dibawa dalam perjalanan.
"Panjang bendera 28 meter ini menunjukkan spirit Sumpah Pemuda. Sedangkan jarak tempuh 17 kilometer menunjukkan tanggal kemerdekaan kita," jelasnya.
Setelah sampai di lokasi, kegiatan dilanjutkan pada malam hari dengan diskusi serta penyampaian sejarah mengenai detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: 316 Warga Binaan Lapas II B Sukabumi Terima Remisi, 4 Langsung Bebas: Ini Pesan Wali Kota
Beni menegaskan, cara memperingati kemerdekaan tidak harus selalu dilakukan dengan kegiatan seremonial. Menurutnya, generasi muda juga perlu diajak memahami makna kemerdekaan melalui pengalaman langsung di alam sekaligus mengenal sejarah perjuangan bangsa.
"Hari kemerdekaan kita peringati dengan cara anti-mainstream, karena kita tidak mau terjebak dalam peringatan yang absurd tanpa nilai-nilai kejuangan," tegasnya.
Ia berharap kegiatan Susur Pantai ke Pulau Keris dapat terus dipertahankan sebagai agenda tahunan sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mencintai alam dan memahami sejarah.
Selain memperkuat kebersamaan antarpeserta, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kawasan pesisir dan lingkungan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
Editor : Denis Febrian