Sukabumi Update

Video Protes BBM Viral, Nelayan Palabuhanratu Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Tangkapan layar video klarifikasi nelayan di Palabuhanratu yang viral usai protes pelayanan SPBU Dermaga Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Nelayan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Fikar alias Ecol memberikan klarifikasi terkait video protes pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Dermaga Palabuhanratu yang sebelumnya viral di media sosial. Minggu (16/6/2026) pagi.

Dalam video klarifikasi yang disampaikan pada Senin (17/8/2026), Fikar mengakui adanya kesalahpahaman dalam video sebelumnya yang dinilai telah menimbulkan kegaduhan di media sosial dan merugikan pihak SPBU Dermaga Palabuhanratu.

Fikar kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada pihak SPBU sekaligus menjelaskan bahwa pelayanan pada saat kejadian berkaitan dengan kondisi kendaraan yang sedang padat karena bertepatan dengan libur panjang.

"Saya atas nama nelayan mengklarifikasi dengan adanya video yang beredar viral di medsos pada hari Minggu, tanggal 16 Agustus 2026 jam 08.00 pagi. Bahwasanya video tersebut adalah kesalahan saat saya selaku nelayan yang menimbulkan kegaduhan di medsos pihak SPBU. Dan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahpahaman video tersebut yang merugikan pihak SPBU Palabuhanratu. Karena pada hari Minggu kemarin pihak SPBU Palabuhanratu hanya menjalankan tugas SOP yang mengutamakan kendaraan yang begitu padat di hari libur panjang." terang Fikar dikutip dalam video klarifikasinya, Senin (17/8/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pihak SPBU selama ini menjadi mitra pelayanan bagi nelayan dan masyarakat di kawasan Palabuhanratu.

Baca Juga: Dapat Remisi dan Bebas di HUT RI, Dicki Saptadji: Ingin Menyusun Hidup Lebih Baik

"Lewat pertanyaan video klarifikasi ini, saya memohon maaf ke pihak SPBU Palabuhanratu atas beredarnya video tersebut karena pihak SPBU Palabuhanratu selama ini adalah partner pelayanan publik untuk nelayan dan masyarakat Palabuhanratu. Terima kasih atas video klarifikasi ini tanpa ada paksaan siapapun. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, rekaman video seorang nelayan yang mengaku ditolak saat hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Dermaga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, nelayan mempertanyakan alasan petugas tidak melayaninya. Persoalan semakin menjadi sorotan setelah terlihat sejumlah jeriken berjajar di sekitar area pengisian BBM.

Nelayan yang merekam video itu diketahui bernama Fikar alias Ecol. Ia mengaku kejadian berlangsung pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB saat dirinya hendak membeli Pertalite untuk kebutuhan melaut.

Fikar mengatakan, sebagai nelayan, dirinya biasa membeli BBM di SPBU tersebut. Namun pagi itu, ia mengaku diminta tidak mengisi di jalur yang biasa digunakan.

"Saya mau isi bensin, biasanya setiap pagi saya isi bensin di SPBU Dermaga, nelayan ya Pak. Cuma isi bensin paling 50 liter, banyaknya 35 liter kalau nelayan itu per satu perahu," kata Fikar pada Minggu (16/8/2026).

"Giliran saya mau beli di jalur motor katanya ini mah katanya dia bilang jalur motor. Kan biasanya saya ngisi di situ, di jalur motor itu. Ini jalur motor, terus saya harus ngisi di mana kata saya? Enggak ada katanya yang kerjanya, dia bilang kayak gitu," sambungnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT