Sukabumi Update

Duka Sang Ibu di Pantai Karangnaya Sukabumi, 3 Hari Menanti Nadif yang Hilang Terseret Ombak

Ratna, ibu kandung Nadif, duduk di batu karang sambil menatap laut di Pantai Karangnaya, Cikakak Sukabumi, Rabu (19/8/2026). (Sumber Foto: SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com - Berbekal tatapan kosong yang mengarah ke tengah lautan, Ratna duduk bergeming di atas batu karang Pantai Karangnaya, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Rabu pagi (19/8/2026). Tangis dan harapannya membubung tinggi di tengah deburan ombak, menanti kepastian nasib putra bungsunya, Ahmad Nadif Fadilah (21).

Nadif, pemuda asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, dilaporkan hilang terseret ombak saat berlibur bersama istri dan dua temannya, tepat pada Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Begitu menerima kabar duka tersebut, Ratna langsung bertolak dari Jakarta menuju Sukabumi.

Sudah tiga hari berlalu, namun Ratna memilih enggan melangkah jauh dari garis pantai. Bagi wanita paruh baya ini, bertahan di lokasi pencarian adalah bentuk ikhtiar dan kasih sayang seorang ibu agar sang anak tak merasa sendirian di tengah dinginnya samudra.

"Saya bayangkan anak saya kedinginan di dalam air. Kalau saya di Jakarta pun, hati saya pasti tetap di sini. Lebih baik saya di sini, menemani dan berdoa langsung agar Allah mengembalikan anak saya," ujar Ratna lirih sambil menyapu pandangan ke laut lepas, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Angin Kencang dan Gelombang 1,5 Meter Hambat Pencarian Nadif di Pantai Karangnaya Sukabumi

Satu-satunya Anak Laki-Laki dan Menanti Kelahiran Buah Hati Kedua

Nadif bukan sekadar anak bungsu bagi Ratna, melainkan satu-satunya anak laki-laki dari tiga bersaudara yang dibesarkannya dengan penuh perjuangan. Sejak berusia empat tahun, Nadif tumbuh tanpa kehadiran figur seorang ayah. Sosoknya dikenal sangat supel, ramah, dan dicintai oleh warga di lingkungan tempat tinggalnya di Jagakarsa.

Bahkan setelah kabar hilangnya tersebar di media sosial, banyak orang langsung memberikan doa dan dukungan kepada keluarganya.

Kehilangan Nadif terasa semakin menyayat hati lantaran pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai admin J&T ini tengah menantikan momen membahagiakan. Istrinya saat ini sedang mengandung anak kedua dengan usia kehamilan delapan bulan.

"Memang anaknya baik sama orang, jadinya dikenal di mana-mana. Waktu ada di Jagakarsa informasi itu, yang komentar kenal semua sama anak saya. Semua langsung mendoakan. Sekarang istrinya sedang hamil delapan bulan, bulan depan mau melahirkan anak kedua," ungkap Ratna.

Foto terakhir Nadif di Pantai Karangnaya.Foto terakhir Nadif di Pantai Karangnaya.

Pasrah pada Takdir, Berharap Segera Ditemukan

Meski rasa sedih membendung, Ratna mengaku telah memasrahkan seluruh takdir putranya kepada Sang Pencipta. Harapan utamanya kini hanyalah satu: jasad Nadif dapat segera ditemukan oleh Tim SAR Gabungan agar bisa diboyong pulang ke rumah duka di Jakarta.

"Harapan saya cepat ditemukan. Gimana pun kondisinya kita sudah ikhlas. Yang penting cepat ditemukan, karena biar kita bisa ngurus, bisa dibawa pulang ke Jakarta," tuturnya.

Baca Juga: Modus Korupsi Kaur Keuangan Desa Ciheulang Tonggoh, APBDes Rp574 Juta Dipakai Bayar Utang-Renov Rumah

Di akhir perbincangan, Ratna menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan, termasuk Satpolairud Polres Sukabumi dan Basarnas, yang tanpa kenal lelah terus menyisir perairan Sukabumi.

"Terima kasih selalu sudah mencari terus. Sampai hari ini semoga bisa ditemukan. Saya juga bisa bawa pulang," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ahmad Nadif Fadilah hilang setelah diduga terseret ombak saat berenang di Pantai Karangnaya pada Senin pagi. Korban dan rombongannya diketahui turun ke pantai sekitar pukul 05.30 WIB untuk berenang.

Sekitar pukul 07.00 WIB, korban diduga terbawa gelombang ke arah tengah laut. Ketiga rekannya yang berada di sekitar tepi pantai tidak menyadari saat korban terseret hingga akhirnya kehilangan jejak.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta dari pihak keluarga sekitar pukul 13.50 WIB. Hingga kini, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT