SUKABUMIUPDATE.com – Fenomena bugel atau tertutupnya Muara Cikaso oleh material pasir melanda kawasan Pantai Muara Cikaso, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Kondisi ini memicu kenaikan debit air sungai hingga merendam sejumlah warung warga di sepanjang bantaran sungai.
Kepala Desa Buniasih, Badrudin, menjelaskan bahwa bugel merupakan fenomena yang tidak terjadi setiap tahunnya. Menurutnya, kondisi tersebut biasanya muncul dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun sekali, tergantung kondisi angin dan cuaca.
“Fenomena bugel kadang terjadi tiga tahun sekali, kadang empat tahun sekali. Jadi tidak setiap tahun. Tergantung angin, terutama kalau anginnya besar,” kata Badrudin kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Ada Apa dengan Thom Haye? Tak Ikut Selebrasi Persib, Akun Instagramnya Hilang
Badrudin menjelaskan, Muara Cikaso mulai tertutup bentang pasir sejak 10 hari lalu. Namun, proses luapan air terjadi relatif lebih cepat dari perkiraan akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu.
“Air dari arah Lengkong mengalir ke sini, termasuk dari wilayah Sagaranten. Itu yang membuat air cepat membesar,” ujarnya.
Menurut Badrudin, bugel terjadi ketika muara yang seharusnya menjadi jalur aliran air sungai menuju laut tertutup material pasir. Akibatnya, aliran Sungai Cikaso dan air dari wilayah sekitar tertahan sehingga debit air di bagian muara meningkat.
Baca Juga: Tiga Hari Menanti di Bibir Pantai, Tangis Seorang Ibu Pecah Saat Anaknya Pulang Tak Bernyawa
“Kondisi tertutup pasir itulah yang disebut bugel. Biasanya dalam waktu satu bulan pun air belum sampai menggenangi atau memenuhi wilayah tersebut. Sekarang baru sekitar 10 hari sudah mulai membesar, jadi tergolong sangat cepat,” jelasnya.
Badrudin menyebut, ketinggian air rata-rata mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 sentimeter per hari. Meski demikian, hingga Rabu (19/8/2026), belum ada laporan air mencapai permukiman warga.
“Untuk sementara akan kami pantau. Besok mungkin kami kembali ke lokasi. Sampai sekarang belum ada laporan dari Pak RT. Kemarin malam kami berada di sana dan belum ada apa-apa,” katanya.
Baca Juga: Dua Bulan Lagi Bebas, Napi Asimilasi Malah Kabur dari Lapas Warungkiara Sukabumi
Ia menambahkan, warung atau saung yang terdampak berada di sekitar bantaran sungai dan sebagian hanya digunakan warga untuk menumpang.
Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Tegalbuleud, Noris, membenarkan adanya fenomena bugel dan peningkatan air ke daratan bantaran sungai.
Menurutnya, air saat ini baru merendam bagian kolong warung warga. Jarak lokasi tersebut dengan permukiman warga juga cukup jauh sehingga belum mengancam rumah penduduk.
Baca Juga: Bukan Rp700 Ribu, Upah Pengupas Bawang di Kota Sukabumi Hanya Rp10 Ribu 1 Karung
“Memang di sana ada warung. Untuk ke permukiman sangat jauh. Saat ini hanya merendam bagian kolong warung saja,” kata Noris.
Pemerintah Desa Buniasih bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan debit air di Muara Cikaso.
Bugel merupakan kondisi dimana aliran sungai tersumbat timbunan pasir yang secara terus menerus tertiup angin hingga air sungai tidak dapat mengalir ke laut. Air yang tertahan tersebut akan semakin meluas hingga merendam sejumlah warung milik warga.
Editor : Ikbal Juliansyah