SUKABUMIUPDATE.com – Ari Setiawan (34), warga Pasir Salam, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, akhirnya mendapatkan penanganan medis gratis setelah mengalami luka pada tangan kanan yang sebelumnya disebut akibat gigitan ular.
Ari mendapatkan perawatan di Puskesmas Tegalbuleud setelah kondisi luka pada tangan kanannya sempat memburuk. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal tenaga medis, luka tersebut belum dapat dipastikan akibat gigitan ular.
Kepala Puskesmas Tegalbuleud, Gugum Ahmad Suandana, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi selulitis pada luka tangan Ari.
Selulitis adalah infeksi bakteri pada lapisan kulit dalam dan jaringan di bawahnya. Kondisi ini membuat kulit tampak kemerahan, bengkak, terasa hangat, dan nyeri saat ditekan.
“Sudah ditangani. Infeksi selulitis. Sepertinya bukan karena gigitan ular, mungkin digigit kelabang. Infeksi kulit tanpa gigitan juga biasa terjadi seperti itu,” ujar Gugum kepada sukabumiupdate.com, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Membusuk, Korban Gigitan Ular di Tegalbuleud Sukabumi Terkendala Biaya Pengobatan
Gugum menjelaskan, tim medis telah membersihkan luka pada tangan kanan Ari dan melakukan perawatan. Luka tersebut kemudian dibalut, sementara pasien diberikan obat antibiotik serta paracetamol (PCT). Penanganan tersebut diberikan secara gratis oleh Puskesmas Tegalbuleud.
Saat ini, kondisi Ari masih dalam pemantauan. Pihak Puskesmas Tegalbuleud juga tengah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jampangkulon untuk menentukan apakah Ari perlu dirujuk guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Untuk dirujuk atau tidak, masih dikonseling ke RS Jampang, masih koordinasi,” kata Gugum.
Sebelumnya, Ari mengaku mengalami gigitan ular saat bekerja mengangkut kayu di kawasan Puncak Heas, Kampung Cihaur-Cijorong, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa tersebut terjadi pada 1 Agustus 2026. Setelah kejadian itu, Ari mengalami luka pada tangan kanan yang kemudian kondisinya semakin parah dan terlihat membusuk.
Editor : Denis Febrian