SUKABUMIUPDATE.com – Kondisi penerangan di jalur Lingkar Selatan kawasan Baros, Sukabumi, dikeluhkan warga. Sejumlah tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang masih berdiri di sepanjang ruas jalan tersebut disebut tidak berfungsi, sehingga beberapa titik menjadi gelap saat malam hari.
Keluhan itu disampaikan Sultan Ali (27), warga Gandasoli, Desa Cipurut, melalui unggahan di media sosial. Ia mengaku sengaja mengunggah kondisi tersebut agar mendapat perhatian dari instansi terkait, mengingat jalur itu cukup sering dilaluinya saat pulang dari tempat kerjanya di Depok.
Menurut Sultan, dirinya tidak mengetahui secara pasti sejak kapan lampu-lampu PJU tersebut mulai padam. Namun, setiap kali melintas pada malam hari, ia masih mendapati sejumlah titik dalam kondisi gelap.
“Kalau kapannya mah kurang tahu. Pokoknya setiap pulang saya, jalan gelap. Terang-terangnya dari daerah kota saja, dari Tugu Kota, dari GWK, baru terang,” kata Sultan, Kamis (20/8/2026).
Sultan menuturkan, kondisi minim penerangan itu terasa cukup panjang, terutama dari arah Cisaat hingga mendekati kawasan Kota Sukabumi. Beberapa titik seperti kawasan Cibolang hingga sejumlah belokan disebutnya masih minim cahaya pada malam hari.
Baca Juga: Gerebek Kontrakan di Tipar Sukabumi, Polisi Sita 5,12 Gram Sabu dan 1.500 Tramadol
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan. Ia beberapa kali mendapati kendaraan lain, terutama sepeda motor tanpa lampu, tiba-tiba muncul atau berbelok di tengah kondisi jalan yang gelap.
“Kadang ada motor yang tidak ada lampunya, kadang mobil juga. Suka takut, apalagi di belokan,” ujarnya.
Tak hanya bagi pengendara yang melintas, minimnya penerangan juga membuat Sultan merasa waswas ketika harus berhenti atau berada di pinggir jalan. Ia khawatir keberadaannya tidak terlihat oleh pengguna jalan lain maupun orang di sekitar.
“Takutnya ada orang mencegat, tidak kelihatan oleh orang lain. Takut, takut banget,” katanya.
Sultan menegaskan, persoalan tersebut bukan karena tidak adanya fasilitas PJU. Berdasarkan pengamatannya, tiang-tiang PJU masih tersedia di sepanjang jalur yang dilaluinya. Bahkan, ia mengingat lampu di kawasan tersebut sebelumnya pernah berfungsi.
“Tiang-tiang PJU ada, dulu pernah terang. Cuma entah kapan matinya. Sekarang lama-lama gelap terus, rasa tidak diperbaiki,” ucapnya.
Keluhan serupa, lanjut Sultan, ternyata juga disampaikan sejumlah pengguna jalan lainnya. Setelah unggahannya beredar di media sosial, beberapa orang yang mengaku sering melintas di jalur tersebut turut berkomentar dan membagikan pengalaman mengenai kondisi gelap, terutama di sejumlah titik belokan.
Baca Juga: Kabupaten Sukabumi Kategori Awas Periode 21-31 Agustus 2026, BMKG Potensi Kekeringan Jabar
Meski demikian, Sultan mengaku belum mengetahui secara pasti instansi yang memiliki kewenangan menangani PJU di ruas jalan tersebut. Awalnya, ia menduga jalur itu merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun, sejumlah komentar di unggahannya menyebut ruas tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
“Entah jalan provinsi, entah jalan kabupaten. Saya mah dikira jalan kabupaten, cuma ada yang berkomentar jalan provinsi katanya,” ujarnya.
Karena belum mengetahui secara pasti pihak yang berwenang, Sultan berharap instansi terkait segera turun tangan mengecek kondisi penerangan di jalur tersebut dan melakukan perbaikan apabila ditemukan kerusakan.
“Intinya harapan saya supaya ada pembenahan dari pihak-pihak terkait. Ada kejadian hal yang tidak diinginkan,” kata Sultan.
Ia berharap lampu PJU di jalur Lingkar Selatan, khususnya pada titik-titik yang masih gelap, dapat kembali berfungsi. Menurutnya, penerangan yang memadai penting untuk memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan saat melintas pada malam hari.
Editor : Asep Awaludin