SUKABUMIUPDATE.com - Musim panen durian lokal di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, tengah mencapai puncaknya. Buah berduri yang dikenal manis dan legit itu kini tak hanya diburu warga lokal, tetapi juga pembeli dari berbagai daerah hingga luar Pulau Jawa.
Aroma khas durian menyeruak dari kebun-kebun milik warga. Dimana hampir setiap hari, durian yang matang di pohon maupun durian jatuhan dipanen dan langsung dipasarkan.
Sebagian pembeli bahkan memilih datang langsung ke kebun atau rumah petani untuk mendapatkan durian segar. Menikmati durian langsung dari sentra produksinya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta buah berduri tersebut.
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Kios Durian Jenal Abidin yang terletak di Desa Sukamaju. Ia mengatakan musim panen tahun ini menjadi berkah bagi petani karena hasil panen yang telah berlangsung selama dua bulan dinilai cukup maksimal.
Baca Juga: Aturan BBL Dinilai Ancam Nasib Nelayan, DPRD Sukabumi Bentuk Panja di DPR RI
"Alhamdulillah, saat ini sedang panen durian yang sangat luar biasa. Hasilnya maksimal. Sekitar 80 persen buah yang dipanen rasanya manis, sedangkan yang kurang manis atau tidak manis sekitar 20 persen," ujar Jenal kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, melimpahnya hasil panen turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani dan pedagang durian di Desa Sukamaju serta Kecamatan Cikakak.
Harga yang relatif terjangkau juga membuat durian lokal Cikakak semakin diminati. Durian dijual mulai Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung ukuran dan kualitas.
Sejumlah varietas unggulan seperti Durian Gandaria, Matahari, dan Mentega bahkan memiliki harga lebih tinggi. Varietas tersebut dikenal memiliki daging tebal, lembut, cenderung kering, serta rasa manis yang membuatnya diburu pencinta durian.
Baca Juga: Profil Alexander Jeremejeff, Striker Baru Persija yang Pernah Jadi Top Skor Liga Swedia
"Yang banyak diminati pengunjung kebanyakan durian lokal. Harganya mulai Rp30 ribu, Rp35 ribu sampai Rp50 ribu, Rp100 ribu dan lainnya," kata Jenal.
Jenal juga mengungkapkan bahwa tingginya permintaan membuat durian unggulan relatif cepat terserap. Bahkan, sejumlah buah telah dipesan pembeli sebelum sampai ke lapak penjualan.
Jenal mengatakan pembeli durian Sukamaju datang dari berbagai daerah, mulai dari Sukabumi, Bogor, Bandung hingga Jakarta. Tak berhenti di Pulau Jawa, pembeli dari Medan juga disebut pernah datang langsung ke Desa Sukamaju.
"Ya, pokoknya pembelinya ada dari Desa Sukamaju sendiri, dari luar juga banyak seperti Sukabumi, Bogor, Bandung, Jakarta. Bahkan ada juga dari Medan yang datang ke sini," tuturnya.
Besarnya potensi durian di Cikakak didukung luasnya perkebunan yang tersebar di wilayah tersebut. Jenal menyebut banyak warga Desa Sukamaju yang memiliki tanaman durian.
"Di Desa Sukamaju khususnya, petani durian sangat banyak. Ribuan hektare ditanami pohon durian, khususnya Sukamaju dan umumnya di wilayah Kecamatan Cikakak," ungkapnya.
Bukan hanya petani yang merasakan berkah musim panen. Menurut jenal pedagang juga menikmati derasnya permintaan. Dalam sehari, kata dia, satu pedagang bahkan mampu menjual hingga sekitar 100 buah durian.
Perputaran transaksi tersebut menjadi tambahan pendapatan bagi masyarakat selama musim panen berlangsung.
"Untuk kali ini sangat berpengaruh karena hasil buah duriannya maksimal. Sangat membantu masyarakat, khususnya petani di Desa Sukamaju. Nilai ekonominya sangat luar biasa," ujar Jenal.
Dengan musim panen yang masih berlangsung, Desa Sukamaju kini menjadi salah satu tujuan pencinta durian yang ingin mencicipi langsung buah dari sentra produksinya.
Baca Juga: Investasi Kabupaten Sukabumi Capai Rp2,6 Triliun di Triwulan II 2026, Serap 12 Ribu Tenaga Kerja
"Nah, jadi bagi pecinta buah berduri atau durian yang ingin merasakan durian langsung dari sentra produksinya, di sini di Desa Sukamaju salah satu lokasi yang banyak buah durian," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli asal Bogor, Neng Latifah (41), mengaku sengaja datang ke Desa Sukamaju bersama rekan-rekan kerjanya untuk berburu dan menikmati durian.
Ia mengatakan hampir setiap musim durian selalu menyempatkan diri datang ke Cikakak, termasuk mengunjungi kios durian milik Jenal yang sudah dikenalnya.
"Tiap musim durian pasti ke sini, sama rekan kerja. Kemarin tahu dari media sosial kalau di Cikakak Sukabumi sudah mulai panen durian," kata Neng.
Bagi Neng, perjalanan ke Cikakak bukan hanya soal berburu durian. Ia juga bisa sekaligus menikmati suasana liburan di kawasan Sukabumi selatan.
"Saya rasa enak, legit, ya senang saja. Manisnya dapat, liburannya dapat. Kemarin kita main dulu ke pantai, nah hari ini saya ke sini. Sengaja beli durian buat dibawa ke rumah, sebagian dimakan di sini," imbuhnya.
Editor : Ikbal Juliansyah