Sukabumi Update

Bersandar di Tiang Masjid, Warga Parungkuda Sukabumi Ditemukan Meninggal di Jakarta

Rahmat Watma (56 tahun), warga Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dunia di Masjid Attaqwa, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Agustus 2026. | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Rahmat Watma (56 tahun), warga Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal di sebuah masjid di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis pagi, 20 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Kapolsek Parungkuda AKP Erman mengungkapkan Rahmat ditemukan sekira pukul 05.30 WIB saat sedang duduk bersandar di tiang penyangga Masjid Attaqwa dengan mata terpejam.

"Warga lain yang bernama Ahmad bermaksud membangunkan, tapi Rahmat langsung terkulai dan tubuhnya lemas," kata Erman kepada sukabumiupdate.com, Jumat (21/8/2026).

Peristiwa itu lalu dilaporkan ke Polsek Mampang. Rahmat yang merupakan pedagang baju daster di wilayah Kemang, selanjutnya dibawa ke RS Fatmawati. Dalam kesehariannya, Rahmat juga menginap dan beristirahat di Masjid Attaqwa.

Setelah menerima kabar ini, Erman memerintahkan Bhabinkamtibmas Desa Palasari Hilir untuk mendampingi keluarga menjemput jenazah dari rumah sakit. Pemulangan dikoordinasikan dengan Kasi Dokkes Polres Sukabumi Aiptu Fahmi Yusah.

Baca Juga: Ternyata Warga Nagrak, Identitas Mayat Perempuan di Sungai Cicatih Sukabumi

Atas perintah dan arahan Kapolres Sukabumi, jenazah Rahmat difasilitasi hingga tiba di rumah duka. "Jenazah dijemput dan difasilitasi, mulai pemberangkatan, biaya administrasi, dan akomodasi sampai tiba di rumah," kata Erman.

Staf Desa Palasari Hilir, Arul, mengatakan pihak desa awalnya menerima informasi soal kondisi Rahmat, namun belum mengetahui telah meninggal. "Kemarin saya ditelepon Bu Winda (staf kecamatan), menanyakan ada warga atas nama Rahmat," ujar dia.

Pemerintah desa kemudian memastikan keberadaan Rahmat dengan menghubungi perangkat lingkungan. Dari penelusuran tersebut, diketahui bahwa nama yang ditanyakan memang merupakan warga Desa Palasari Hilir.

"Dicari di desa, ditelepon bu RT-nya. Kebetulan memang benar itu," katanya.

Menurut Arul, proses memastikan identitas Rahmat berkaitan dengan tidak ditemukannya KTP di lokasi. Tetapi ada obat dari RSUD Sekarwangi. "Setelah ditemukan obat, Polsek Mampang koordinasi dengan RSUD Sekarwangi," jelasnya.

Setelah identitas Rahmat dipastikan, pihak desa berkoordinasi dengan keluarga dan perangkat lingkungan untuk pemulangan jenazah.

Arul mengatakan keluarga bersama perwakilan RT dan kepala dusun turut mendampingi proses tersebut. Pihak desa juga sempat menyiapkan kendaraan sebelum akhirnya pemulangan jenazah difasilitasi pihak kepolisian.

"Di sini RT yang mendampingi, pak Kadus, keluarga, dan anak yang paling besar," kata dia.

Terkait waktu pasti jenazah tiba di Sukabumi, Arul tidak mengetahui rinci. Namun, penjemputan dilakukan melalui koordinasi keluarga, pemerintah desa, dan kepolisian. Jenazah Rahmat dipulangkan ke Kampung Palasari RT 03/01 Desa Palasari Hilir.

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT