Sukabumi Update

Damkar Terkendala Akses Jalan, 3 Rumah di Permukiman Padat Cibadak Terbakar

Tangkapan layar kebakaran di permukiman padat penduduk di Cibadak yang hanguskan 3 rumah warga. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Tiga rumah di pemukiman padat penduduk di Kampung Bojong Kuring, RT 02/26, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Jumat (21/8/2026) sore. Sementara kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan warga pertama kali melihat api sudah membesar dari salah satu rumah. Api kemudian merembet ke dua rumah di sebelahnya.

"Informasi awalnya warga melihat api sudah membesar, diduga dari rumah lansia. Lalu api membesar dan merembet ke rumah sebelahnya," kata Mawaldi.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum penanganan dilanjutkan bersama petugas dan unsur terkait.

Mawaldi mengatakan kebakaran berdampak pada tiga kepala keluarga dengan total 10 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun bangunan rumah dan barang-barang di dalamnya terbakar habis.

"Untuk kondisi bangunan, sekitar 85 persen terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujarnya.

Baca Juga: Rumitnya Akses BPJS Kesehatan, Kades Sukajaya Sukabumi Soroti Nasib Warga Tak Mampu Berobat

Para penghuni rumah untuk sementara tinggal di sejumlah tempat, seperti kontrakan milik warga, posyandu, serta rumah tetangga atau tokoh masyarakat. Kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi tempat tinggal sementara, pakaian, makanan, peralatan rumah tangga, dan material untuk pemulihan rumah.

"Untuk kebutuhan saat ini di antaranya tempat tinggal sementara, pakaian, kebutuhan sehari-hari, makanan, alat rumah tangga, dan material," kata Mawaldi.

Kerugian sementara yang dicatat P2BK Cibadak mencapai sekitar Rp200 juta. Pendataan masih dilakukan bersama unsur terkait di lokasi.

Setelah itu, proses pemadaman dilakukan oleh Damkar Posko V Cibadak bersama Posko Parungkuda. Komandan Posko V Damkar Cibadak, Iyep Yosepa, mengatakan ketika laporan kebakaran rumah diterima, petugas Cibadak sedang menangani kebakaran lahan di Perum Green Valley, Karangtengah.

"Karena kita sedang melaksanakan pemadaman di Green Valley, kemudian menerima informasi kebakaran di Bojong Kuring. Untuk posisi tempat kejadian kebakaran tidak memungkinkan diakses mobil yang dari Cibadak, makanya kita langsung koordinasi dengan Pos Parungkuda," kata Iyep.

Petugas Posko Parungkuda kemudian bergerak ke lokasi. Namun, kendaraan pemadam tidak bisa langsung mendekati rumah karena akses menuju titik kebakaran tidak dapat dilalui kendaraan.

Baca Juga: Rumitnya Akses BPJS Kesehatan, Kades Sukajaya Sukabumi Soroti Nasib Warga Tak Mampu Berobat

Petugas akhirnya menggunakan mesin portabel atau Alkon. Air diambil dari kolam yang berada di sekitar rumah untuk membantu proses pemadaman.

"Di lokasi rumah yang terbakar itu ada kolam yang debit airnya cukup banyak. Jadi kita manfaatkan air kolam tersebut, kita sedot dengan mesin Alkon dan kita laksanakan pemadaman bersama-sama warga," ujarnya.

Api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit dan dilanjutkan dengan pendinginan. Menurut Iyep, keseluruhan penanganan berlangsung sekitar satu setengah jam.

"Kalau untuk pemadaman mungkin sekitar setengah jam api sudah bisa dipadamkan. Cuma pendinginannya mungkin sekitar satu jam lebih. Kurang lebih penanganan itu dari mulai pemadaman sampai pendinginan sekitar satu setengah jam," katanya.

Saat petugas tiba, api sudah membesar hingga bagian atas rumah. Berdasarkan informasi awal yang diterima Damkar, api diduga berasal dari korsleting listrik dan menjalar melalui bagian atap.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT