Sukabumi Update

Ijazah dan KK Hangus dalam Kebakaran Cibadak, Disdik Sukabumi Bantu Urus Dokumen

Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi saat mengunjungi keluarga korban kebakaran di Kampung Bojong Kuring, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Sabtu (22/8/2026). (Sumber : Disdik)

SUKABUMIUPDATE.com - Bukan hanya tempat tinggal yang hilang setelah kebakaran. Sejumlah dokumen penting milik keluarga korban di Kampung Bojong Kuring, Kelurahan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, termasuk ijazah dan kartu keluarga (KK), ikut terbakar. Perlengkapan sekolah anak juga tak luput dari api.

Kondisi tersebut diketahui saat jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mendatangi keluarga korban pada Sabtu (22/8/2026), sehari setelah kejadian.

Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdik Kabupaten Sukabumi, Cecep Supriadi, mengatakan kedatangannya merupakan penugasan dari pimpinan untuk bersilaturahmi sekaligus melihat langsung kondisi keluarga korban.

"Kami kebetulan ada penugasan dari pimpinan karena pimpinan tidak bisa hadir. Kami dari bidang PAUD dan PNF bersama para kasi melaksanakan silaturahmi ke keluarga korban yang ada di lokasi," kata Cecep.

Baca Juga: Pria Asal Parungkuda yang MD di Masjid Mampang Jaksel Ternyata Punya Riwayat Jantung

Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban menyampaikan sejumlah dokumen penting ikut terbakar, termasuk ijazah dan dokumen kependudukan seperti KTP serta KK.

Cecep kemudian langsung berkoordinasi dengan Lurah Cibadak yang turut hadir di lokasi agar dokumen kependudukan tersebut dapat segera diurus kembali.

"Tadi saya langsung komunikasi dengan Pak Lurah. Saya sampaikan untuk secepatnya dibantu surat-surat yang penting, mulai dari KTP, KK, dan yang lainnya," ujarnya.

Tak hanya dokumen kependudukan, ijazah pendidikan yang terbakar juga menjadi perhatian. Cecep mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan bidang yang menangani pendidikan SD untuk mempercepat proses pengurusan dokumen pengganti atau surat keterangan terkait ijazah yang terbakar.

"Termasuk juga tadi koordinasi ke bidangnya karena di situ ada juga yang terbakar. Kami dorong untuk secepatnya diproses surat keterangan ijazahnya terbakar," katanya.

Baca Juga: Disdukcapil Sukabumi Gelar Pelayanan Adminduk Jemput Bola, Warga Banyuwangi Antusias

Keluarga korban juga memiliki anak yang masih bersekolah di tingkat PAUD dan SD. Perlengkapan sekolah mereka ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

Kondisi itu membuat Disdik juga menyiapkan tindak lanjut agar kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi. Untuk sementara, bantuan yang dibawa berupa pakaian dan kebutuhan mendesak lainnya, sedangkan seragam sekolah masih akan dikoordinasikan dengan bidang terkait.

"Kalau yang seragam itu belum. Tadi ada pakaian, selimut dan yang lainnya untuk kebutuhan mendesak dulu. Tetapi untuk seragam nanti kita komunikasikan dulu ke bidangnya agar cepat juga ada penanganan," ujar Cecep.

Untuk anak yang bersekolah di PAUD, Cecep juga bertemu langsung dengan kepala sekolah dan ketua yayasan tempat anak tersebut belajar. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kondisi anak diketahui pihak sekolah.

Baca Juga: Puncak Walik Sukanagara, Tempat Camping dengan Panorama Lautan Awan di Cianjur Selatan

"Yang PAUD itu kebetulan bidangnya bidang PAUD. Kita langsung ketemu sama kepala sekolahnya, ketua yayasannya, kita ketemu langsung," katanya.

Selain kebutuhan pendidikan, Disdik bersama pihak terkait juga berupaya membantu meringankan kebutuhan keluarga korban. Dalam kunjungan tersebut, jajaran Disdik membawa sembako, pakaian, selimut, serta santunan uang tunai.

Menurut Cecep, langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Sosial, BPBD dan pihak kecamatan.

"Kami melaksanakan koordinasi ke beberapa dinas terkait dan kecamatan. Kami menginformasikan ke Pak Camat. Respon cepat itu kami laksanakan sesuai instruksi pimpinan," ujarnya.

Cecep melihat kondisi keluarga korban masih terpukul akibat kehilangan tempat tinggal dan barang-barang milik mereka. Namun, ia memastikan kebutuhan anak-anak, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, menjadi salah satu hal yang ditindaklanjuti.

Baca Juga: Tak Digaji dan Sempat 3 Minggu Tak Dapat Makan, 5 ABK Asal Sukabumi Terlantar di Fiji

"Anaknya yang PAUD tadi saya gendong. Ya anak kan tidak tahu apa-apa. Tapi secara garis besar keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas respons cepat kami menindaklanjuti instruksi pimpinan," kata Cecep.

Kebakaran yang menyebabkan keluarga tersebut kehilangan rumah, dokumen, dan perlengkapan sekolah terjadi pada Jumat (21/8/2026) sore. Tiga rumah di Kampung Bojong Kuring, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, terbakar dan dihuni tiga kepala keluarga dengan total 10 jiwa.

P2BK Cibadak mencatat tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, bangunan beserta barang-barang di dalamnya mengalami kerusakan berat dengan kondisi sekitar 85 persen terbakar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik.

Sehari setelah kejadian, keluarga korban untuk sementara tinggal di sejumlah tempat, termasuk kontrakan milik warga, posyandu, serta rumah tetangga atau tokoh masyarakat. Disdik selanjutnya akan menindaklanjuti kebutuhan perlengkapan sekolah dan pengurusan dokumen pendidikan yang ikut terbakar. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT