Sukabumi Update

Kekeringan di Purojati Cisolok Sukabumi, Warga Antri Bantuan Air Bersih

Warga antri bantuan air bersih (Sumber: Dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Musim kemarau mulai membuat warga Kampung Purojati, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut membuat Kecamatan Cisolok turun tangan dengan mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.

Pada Selasa (25/8/2026), pendistribusian air bersih kembali dilakukan untuk warga Kampung Purojati. Sebanyak 4.000 liter air bersih disiapkan dan dikirim menggunakan kendaraan pengangkut toren menuju lokasi.

Baca Juga: Lautan Mendidih: Suhu Permukaan Laut Agustus 2026 Tembus Angka Tertinggi Sepanjang Sejarah Bumi

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan pendistribusian tersebut merupakan upaya sementara untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah berkurangnya pasokan air.

"Hari ini total 4.000 liter. Pendistribusian air bersih ini merupakan yang kedua bagi masyarakat di Kampung Purojati," ujar Okih.

Menurutnya, persoalan kekurangan air bersih di Kampung Purojati bukan kali pertama terjadi. Setiap memasuki musim kemarau, warga di wilayah tersebut harus menghadapi persoalan serupa.

Baca Juga: Karhutla Gunung Geulis Pabuaran Sukabumi: Api Makin Meluas Menuju Pemukiman

Selama musim hujan, kebutuhan air warga masih dapat dipenuhi dari mata air yang berada di kawasan pegunungan. Sumber air tersebut berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman dan dialirkan melalui jaringan pipa menuju bak penampungan.

Namun, kondisi berubah ketika musim kemarau tiba. Debit mata air terus menurun hingga berpotensi mengering. Akibatnya, aliran air menuju permukiman warga terhenti.

"Pada musim kemarau, debit mata air yang selama ini digunakan warga menurun bahkan mengering. Ini yang menyebabkan pasokan air ke permukiman terhenti," jelasnya.

Baca Juga: Karhutla Kabupaten Sukabumi Terluas di Jabar, Dampak Kekeringan di Kota Sukabumi Capai 31 Ribu Jiwa

Menurutnya, lokasi sumber air alternatif tersebut berjarak sekitar satu kilometer lebih jauh dari titik jaringan yang selama ini digunakan warga. Kondisi ini membuat diperlukan pembangunan atau perpanjangan jaringan perpipaan serta sarana pendukung lainnya.

Untuk penanganan sementara, kata Okih, Kecamatan Cisolok menggandeng sejumlah pihak, termasuk Dapur SPPG yang memiliki fasilitas sumur bor dan persediaan air yang mencukupi.

"Air tersebut kemudian diangkut menggunakan kendaraan pembawa toren milik atau yang difasilitasi Kecamatan Cisolok untuk didistribusikan langsung kepada warga terdampak," ungkapnya.

Baca Juga: Ini Skuad Lengkap Persib Bandung 2026/2027, Minus Ramon Tanque!

Okih juga berharap kedepannya pembangunan sarana dan prasarana air bersih secara permanen, sehingga warga tidak harus kembali mengalami kesulitan mendapatkan air setiap kali musim kemarau datang.

"Untuk sementara, Kecamatan Cisolok akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki sumber air dan stok air bersih, termasuk Dapur SPPG, untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak," pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT