SUKABUMIUPDATE.com – Harapan warga yang selama ini terdampak putusnya jembatan penghubung di Leuwidinding, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Sukabumi kini mematangkan persiapan pembangunan jembatan baru yang diharapkan dapat kembali membuka akses transportasi masyarakat.
Persiapan pembangunan dibahas melalui rapat koordinasi virtual bersama Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Koarmada RI, Kolonel Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian, dari Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2026).
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memastikan Pemkab Sukabumi siap mendukung seluruh tahapan pembangunan, termasuk menyiapkan lokasi sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Salah satu tahap awal yang akan dilakukan adalah pembersihan lokasi secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat pada 4 September 2026.
"Intinya pemda siap. Mereka yang membangun, tapi persiapannya juga tetap kita lakukan, termasuk bantuan sosial dan kesehatan," ujar Ade.
Baca Juga: Di Balik Fenomena Bugel Muara Cikaso Sukabumi, Wisatawan hingga Pemancing Berdatangan
Setelah proses persiapan dan pembersihan lokasi rampung, pembangunan jembatan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 6 September 2026. Pemkab Sukabumi juga memastikan dukungan lintas perangkat daerah agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.
Pembangunan jembatan ini menjadi kabar penting bagi warga yang selama berbulan-bulan harus beradaptasi dengan kondisi terputusnya akses akibat robohnya jembatan gantung Leuwidinding.
Sebelumnya, Kepala Desa Tanjungsari, Dilah Habillah, mengatakan masyarakat sangat terbantu dengan keberadaan perahu karet yang digunakan sebagai akses penyeberangan sementara.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD yang sebelumnya telah membantu menyediakan perahu karet, dan kini diganti dengan perahu baru dari Koarmada RI TNI Angkatan Laut. Karena jembatan roboh, masyarakat kini sangat terbantu dengan adanya perahu karet sebagai akses penyeberangan," ujar Dilah kepada awak media, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Dilah, putusnya jembatan gantung Leuwidinding memberikan dampak besar terhadap mobilitas warga. Masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat harus menempuh jalur alternatif dengan jarak yang jauh lebih panjang.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Purabaya: 7 Jiwa Ngungsi, Korban Tinggal di Zona Merah Pergerakan Tanah
"Alternatif lainnya melalui jalan PT SCG atau PT TSS dan juga jalur irigasi. Jaraknya sangat jauh, hampir mencapai enam kilometer," katanya.
Dengan dimulainya pembangunan pada September mendatang, masyarakat berharap jembatan Leuwidinding dapat segera kembali berfungsi sebagai akses utama penghubung antardesa.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai bukan hanya menyangkut mobilitas warga, tetapi juga berkaitan dengan akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, aktivitas ekonomi, serta kebutuhan sehari-hari masyarakat di wilayah sekitar.
Editor : Asep Awaludin