Sukabumi Update

2 Hektare Lahan di Ciambar Sukabumi Terbakar, Api Nyaris Merambat ke Permukiman

:Petugas Damkar Posko V Cibadak melakukan pemadaman kebakaran lahan alang-alang di Ciambar Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2026). (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran lahan alang-alang terjadi di Kampung Babakan RT 03/RW 01, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2026) siang.

Laporan kebakaran pertama kali diterima Posko V Damkar Cibadak, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 13.13 WIB. Tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 13.38 WIB dan langsung berupaya menjinakkan si jago merah.

Wakil Komandan Posko V Damkar Cibadak, Heri Hermawan, mengungkapkan bahwa saat tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar dan melahap area perkebunan PT Wonokoyo yang berbatasan dengan Kecamatan Nagrak.

"Saat kami tiba, api masih menyala dan sudah membakar area lahan yang cukup luas," ujar Heri kepada sukabumiupdate.com.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Posko Cibadak mengerahkan satu unit armada dengan lima personel. Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 2 hektare.

Baca Juga: Keseruan Warga Sukabumi Meriahkan HUT RI Lewat Lomba Tangkap Ayam

Proses pemadaman berlangsung alot selama satu jam. Petugas sempat terkendala akses menuju titik api karena jarak lokasi dari jalan utama mencapai 120 meter, sehingga tim harus menyambungkan empat rol selang pemadam.

"Satu selang panjangnya 30 meter, jadi kami gunakan empat sambungan selang agar bisa mencapai titik api," jelas Heri.

Beruntung, perambatan api berhasil dikendalikan sebelum menjangkau kawasan permukiman warga yang berada tepat di bagian bawah lokasi. Pagar pembatas milik PT Wonokoyo serta bantuan dari P2BK, warga sekitar, dan karyawan perusahaan turut membantu melokalisasi pergerakan api.

Baca Juga: Pembatasan Pertalite Tunggu Sistem Siap, Menkeu Soroti Akurasi Data DTSEN

Hingga saat ini, pemicu awal timbulnya titik api di area lahan kering tersebut belum diketahui pasti.

"Penyebab pastinya belum diketahui karena warga di sekitar lokasi juga tidak ada yang melihat awal mula munculnya api," tambah Heri.

Menyikapi insiden ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan tindakan berisiko memicu kebakaran.

"Himbauan buat jangan suka membakar sampah, ataupun pembersihan untuk pertanian jangan dibakar lah sementara ini. Buang-buang puntung rokok jangan sembarangan," pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT