Sukabumi Update

Terekam CCTV! Toko di Parakansalak Sukabumi Diduga Dibobol Maling, HP dan Uang Raib

CCTV merekam aksi nekat seorang pria diduga maling sejumlah uang di dalam toko di Parakansalak, Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah toko di Kampung Bojonglongok, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, diduga dibobol maling pada Jumat (28/8/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Aksi seorang pria, yakni terduga pelaku yang masuk ke dalam toko tersebut terekam kamera CCTV.

Toko itu diketahui menjual berbagai macam barang, mulai dari aksesori, kosmetik, pakaian, sandal, tas, hingga makanan beku atau frozen food.

Berdasarkan video rekaman cctv, seorang pria telanjang dada terlihat masuk dengan cara mengendap-ngendap, setibanya di dalam toko, pelaku nampak membuka laci dan menggasak handphone uang serta barang lainnya.

Ismat (29), keluarga pemilik toko, mengatakan dirinya mengetahui peristiwa dugaan pencurian tersebut setelah melihat unggahan status WhatsApp milik pihak keluarga.

"Saya tahunya dari status WhatsApp dia (Keluarga)," ujar Ismat saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: Api Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Ruko di Surade, Kerugian Capai Rp100 Juta

Menurut Ismat, berdasarkan rekaman CCTV, seorang terlihat berada di sekitar toko sebelum diduga melakukan aksinya. Orang tersebut tampak beberapa kali mondar-mandir di depan toko sebelum akhirnya masuk ke dalam bangunan.

"Di CCTV depan itu ada orang mondar-mandir di depan toko, mungkin lihat-lihat kondisi dulu," katanya.

Saat kejadian, toko dalam kondisi tutup. Pemilik baru mengetahui adanya dugaan pembobolan saat membuka toko pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.

"Pas buka toko, tahu ada yang hilang. Setelah dicek CCTV memang ada kejadian itu," ujarnya.

Dari hasil pengecekan sementara, barang yang diduga dibawa pelaku berupa satu unit telepon genggam atau HP milik toko yang biasa digunakan untuk keperluan administrasi dan promosi barang, serta sejumlah uang.

Ismat menyebut total kerugian sementara akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta.

"Kalau tidak salah yang diambil HP sama uang. Perkiraan sekitar Rp3 jutaan," ungkapnya.

Berdasarkan rekaman CCTV, kata Ismat, orang yang diduga melakukan pencurian itu masuk melalui bagian belakang toko. Pelaku diduga membobol dinding belakang bangunan yang terbuat dari gipsum untuk dapat masuk ke dalam.

"Ada CCTV-nya, orang masuk lewat belakang. Dibobol lewat belakang, katanya ada jendela atau apa (Gipsum)," jelasnya.

Baca Juga: Muncul di Muara Cikaso saat Bugel, Hewan Berkaki Banyak Ini Bikin Warga Penasaran

Terkait identitas sosok yang terekam CCTV, Ismat mengatakan pihak keluarga tidak mengenali orang tersebut. Namun, setelah rekaman itu dibagikan melalui media sosial, sejumlah warga mengaku mengetahui sosok yang terlihat dalam video.

"Memang tidak kenal. Tapi pas diposting, ada orang-orang yang katanya kenal," katanya.

Menurut Ismat, rekaman CCTV tersebut sengaja dibagikan ke media sosial agar menjadi perhatian dan memberikan efek jera kepada pelaku, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

"Biar efek jera ke orangnya, dan jadi perhatian buat semua orang supaya tidak terjadi ke yang lain," ucapnya.

Terkait laporan kepada pihak kepolisian, Ismat mengaku belum mengetahui secara pasti perkembangan penanganan kasus tersebut. Namun, ia mendapat informasi bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi dan berkomunikasi dengan keluarga pemilik toko.

"Kemarin sudah ada polisi lihat dan ngobrol sama polisi katanya. Mungkin sudah ditindaklanjuti, tapi saya belum tahu pastinya," ujarnya.

Ismat menambahkan, dugaan pembobolan tersebut merupakan kejadian pertama yang dialami pihak keluarganya. Meski demikian, ia menyebut sebelumnya pernah terjadi kasus kehilangan kendaraan di lingkungan sekitar.

"Kalau untuk toko baru kali ini, kalau pencurian bobol toko," katanya.

Ia berharap peristiwa tersebut dapat menjadi perhatian bersama dan membuat masyarakat, khususnya para pemilik usaha, lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pencurian.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT