Sukabumi Update

Waktu Tempuh Bogor - Sukabumi Jadi 80 Menit, Aktivasi Double Track Paledang - Cicurug

Kereta Kementerian Perhubungan RI saat inpeksi double track jalur ganda Bogor- Sukabumi di stasiun Cicurug, (Sumber : istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Jika double track dari stasiun Paledang ke Cicurug aktif, maka waktu tempuh perjalanan kereta Bogor - Sukabumi akan semakin singkat, menjadi 80 menit. Selama ini perjalanan KA Pangrango Bogor - Sukabumi membutuhkan waktu tempuh 123 menit.

Perkiraan waktu tempuh ini terungkap dari dua hari masa uji coba double track Bogor Sukabumi menggunakan Lokomotif CC 300 yang berlangsung tanpa kendala. Lokomotif khusus CC 300 yang melibas lintasan tersebut memastikan jalur double track Paledang - Cicurug siap digunakan untuk kepentingan angkutan barang dan penumpang.

Pengujian tersebut dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung bersama Balai Pengujian, Balai Perawatan, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta. Uji coba operasional jalur hulu lintas Bogor-Sukabumi dilakukan pada lintasan Km 02+6/7 antara Stasiun Paledang-Batutulis, menggunakan Lokomotif CC 300 DJKA.

Baca Juga: Gempa Dangkal M4,3 Guncang Selatan Cianjur, Getaran Terasa di Sukabumi

Uji coba untuk memastikan keandalan sarana dan prasarana sebelum jalur ganda digunakan untuk perjalanan kereta api komersial. Sejumlah aspek yang diuji meliputi sistem persinyalan, konstruksi jalan rel, hingga keselamatan pada perlintasan sebidang.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Endang, mengatakan uji fungsi tersebut menjadi tahapan penting untuk menjamin kesiapan prasarana sebelum operasional jalur ganda Bogor-Sukabumi.

"Setelah pengujian ini, kami tinggal menunggu hasil resmi dari Balai Pengujian yang berwenang menerbitkan kelayakan teknis. Jika seluruh parameter sesuai Standard Operating Procedure (SOP), pengoperasian jalur ganda ini ditargetkan masuk dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026," ujar Endang, Senin (31/8/2026).

Baca Juga: 5 Hektare Lahan di Tamanjaya Sukabumi Terbakar, Diduga Ulah Oknum Tak Bertanggung Jawab

Berdasarkan hasil pengujian di lapangan, fasilitas jalur dinyatakan siap dilintasi rangkaian kereta sesuai dengan target kecepatan operasional yang telah direncanakan. Pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keselamatan serta kapasitas angkutan perkeretaapian. 

Dengan adanya tambahan jalur, frekuensi perjalanan kereta api nantinya berpeluang meningkat untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat. Selain perjalanan penumpang, jalur ganda tersebut juga diproyeksikan mendukung angkutan logistik. DJKA membidik potensi pengangkutan sejumlah komoditas industri, seperti Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) dari Cicurug dan pasokan semen dari Cisaat.

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan selama proses pembangunan berlangsung, perjalanan KA Pangrango maupun kereta barang rute Bogor - Sukabumi masih menggunakan satu lintasan. "BTP Kelas 1 Bandung beserta KAI Daop 1 Jakarta melakukan uji coba jalur Hulu lintas Bogor Paledang-Cicurug menggunakan lokomotif dalam rangka persiapan operasional jalur ganda," ujar Franoto.

Baca Juga: Doa Penenang Hati dan Bebas Kegelisahan, Baca Setiap Selesai Sholat

Franoto menambahkan, pengoperasian jalur ganda tersebut ditargetkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Bogor - Sukabumi dari sebelumnya sekitar 123 menit menjadi 80 menit. Selain itu, keberadaan jalur ganda juga diharapkan dapat mengurangi potensi keterlambatan akibat proses persilangan kereta yang selama ini terjadi pada lintasan tunggal.

"Ini kegiatan BTP Kelas 1 Bandung DJKA Kementerian Perhubungan. KAI hanya ikut mendukung saja dan KAI bantu sosialisasi keselamatan ketika uji coba berlangsung," katanya.

Sebagai informasi, pembangunan jalur ganda Bogor-Sukabumi sepanjang sekitar 57 kilometer merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 56 Tahun 2018. KAI Daop 1 Jakarta juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar jalur rel maupun perlintasan sebidang untuk tetap mengutamakan keselamatan, mengingat aktivitas kereta mulai memasuki tahapan menuju pengoperasian jalur baru tersebut.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT