SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 15A Universitas Nusa Putra melaksanakan lima program pengabdian masyarakat di Dusun Cimanggu, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut berlangsung selama hampir satu bulan, terhitung sejak 13 Juli hingga 11 Agustus 2026. Berbagai program dilaksanakan dengan menyasar sektor pendidikan, kesehatan, kreativitas, sosial, hingga fasilitas umum.
Selama menjalankan KKN, mahasiswa menggelar edukasi pencegahan bullying di MI Siti Maimunah. Mereka juga mengadakan kegiatan ecoprint bersama siswa kelas 6 SD Jaya Negara sebagai upaya mendorong kreativitas sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan-bahan alami.
Baca Juga: Dengan Anggaran Rp509 Miliar, BPOM Ditugasi Cegah Keracunan Massal karena MBG
Sementara di SMP PGRI 2 Kabandungan, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas kepada para siswa.
Edukasi terkait pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja juga diberikan kepada siswa kelas 9 SMPN 1 Kabandungan.
Tak hanya menyasar lingkungan sekolah, mahasiswa KKN Kelompok 15A turut berkontribusi dalam pemenuhan fasilitas umum melalui pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Malani, Dusun Cimanggu.
Kelima program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi serta komunikasi yang dilakukan mahasiswa dengan masyarakat dan perangkat Desa Kabandungan. Program dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan yang ditemukan di lapangan selama pelaksanaan KKN.
Ketua Kelompok KKN 15A, Arhan Zanuar, mengatakan pelaksanaan KKN selama satu bulan memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan.
Kelompok 15A Universitas Nusa Putra melaksanakan lima program pengabdian masyarakat di Dusun Cimanggu, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
“Selama satu bulan di sini, kami mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran. Awalnya kami datang sebagai mahasiswa yang ingin menjalankan program, tetapi setelah berinteraksi dengan warga, kami justru banyak belajar dari masyarakat. Kebersamaan, kepedulian, dan dukungan dari warga menjadi hal yang paling berkesan bagi kami,” ujar Arhan.
Baca Juga: Persib vs PSM Makassar Tak Bisa Digelar di Si Jalak Harupat, Ini Penyebabnya
Menurutnya, sejumlah program yang dilaksanakan mungkin terlihat sederhana. Namun, proses berinteraksi dan bekerja bersama masyarakat menjadi bagian penting dari pengalaman selama menjalankan pengabdian.
Kedekatan yang terbangun dengan warga, anak-anak, pihak sekolah, serta berbagai pihak yang mendukung kegiatan membuat pelaksanaan KKN di Kabandungan menjadi pengalaman yang berkesan bagi para mahasiswa.
Setelah menyelesaikan rangkaian pengabdian, mahasiswa KKN Kelompok 15A berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, meskipun mereka menyadari kegiatan tersebut belum dapat menjawab seluruh kebutuhan yang ada di wilayah tersebut.
Baca Juga: Ratusan Dapur MBG di Sukabumi Belum Urus PBG, Disperkim Baru Terima 13 Permohonan
Mereka juga berharap edukasi yang diberikan kepada anak-anak dan remaja dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara fasilitas yang telah dibantu diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 15A, satu bulan di Kabandungan pada akhirnya bukan sekadar menjalankan program kerja. Pengalaman tersebut menjadi ruang untuk belajar mengenai kehidupan bermasyarakat, membangun kepedulian, serta memahami bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari seberapa besar kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa jauh keberadaan mereka mampu memberikan manfaat bagi orang lain. (adv)
Editor : Fitriansyah