SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kampung Pamipiran, RT 01/RW 04, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Hingga Rabu (2/9/2026) malam, api masih terlihat di sejumlah titik.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Api kemudian kembali terpantau pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dan membakar area perkebunan serta lahan milik warga.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, mengatakan petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus mengantisipasi agar api tidak merambat ke permukiman warga.
“Untuk sementara kami masih standby di lokasi bersama tim dari Damkar Kabupaten Sukabumi, BPBD Kabupaten Sukabumi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, serta perangkat Desa Sangrawayang untuk memantau, ditakutkan ke permukiman warga,” kata Dandi kepada sukabumiupdate.com, Rabu malam.
Baca Juga: Dengan Anggaran Rp509 Miliar, BPOM Ditugasi Cegah Keracunan Massal karena MBG
Berdasarkan laporan yang diterima petugas, pada hari pertama kebakaran menghanguskan sekitar 5 hektare lahan milik Perkebunan Cihaur.
Sementara pada hari kedua, api kembali membakar sekitar 4 hektare lahan yang terdiri dari area milik Perkebunan Cihaur dan lahan atas nama Maman.
Dengan demikian, total area yang terdampak kebakaran berdasarkan laporan sementara mencapai sekitar 9 hektare.
Baca Juga: Ratusan Dapur MBG di Sukabumi Belum Urus PBG, Disperkim Baru Terima 13 Permohonan
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penanganan dan belum diketahui secara pasti. Petugas menduga kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, namun belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pihak maupun aktivitas yang diduga menjadi penyebabnya.
Dandi menyebutkan, titik api saat ini berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau membuang benda yang dapat memicu api sembarangan,” pungkasnya.
Editor : Denis Febrian