SUKABUMIUPDATE.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Kebangsaan dalam rangka Kemah Nasional Pramuka Persatuan Umat Islam (PUI) yang digelar di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).
Kemah Nasional Pramuka PUI tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 September 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 5.400 pelajar PUI dari sejumlah daerah, di antaranya Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, hingga Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kegiatan perkemahan sebagai wadah pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
"Apresiasi yang luar biasa saya sampaikan kepada keluarga besar PUI, khususnya adik-adik Pramuka yang sejak usia remaja sudah aktif berorganisasi. Ini adalah wadah yang sangat baik untuk membangun karakter kebangsaan, jiwa gotong royong, persatuan, dan berbagai keterampilan hidup," tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lokasi, Kamis (3/9/2026).
Kapolri juga mengingatkan generasi muda mengenai bahaya judi online (judol) yang semakin mudah diakses melalui teknologi digital.
Baca Juga: Cari Bambu, Warga Temukan Jasad Bayi dalam Kantong di Bawah Jembatan Jalur Lingsel Sukabumi
Menurutnya, modus penyebaran judi online kini dapat terselubung di dalam berbagai permainan atau game online sehingga perlu diwaspadai para pelajar.
"Awalnya mungkin hanya ingin bermain game, namun di dalamnya ada tautan yang mengarah pada judi online. Jika dicoba-coba, akhirnya bisa kecanduan dan terjebak. Saya berpesan agar kemajuan teknologi informasi ini dimanfaatkan secara bijak untuk mengakses ilmu pengetahuan dan hal-hal positif yang membangun," ujar Kapolri.
Selain itu, Listyo Sigit menyinggung rekam jejak PUI sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang memiliki sejarah panjang. PUI lahir sebelum Indonesia merdeka dan melahirkan tiga tokoh anggota BPUPKI yang turut menjadi penandatangan UUD 1945.
Ia berharap PUI dapat terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah keberagaman.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PUI, H. Raizal Arifin, menjelaskan alasan dipilihnya Sukabumi sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut.
Menurut Raizal, Sukabumi memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan organisasi PUI setelah Majalengka. Hal itu tidak terlepas dari keberadaan dua tokoh PUI yang berasal dari Sukabumi dan pernah menjadi anggota BPUPKI.
Baca Juga: Pendakian Gunung Salak dan Kawah Ratu Ditutup, TNGHS: Termasuk Jalur via Sukabumi
“Dua dari tiga tokoh pendiri PUI, yakni K.H. Ahmad Sanusi dan Mr. R. Shamsudin, berasal dari Sukabumi dan keduanya merupakan anggota BPUPKI. Jejak sejarah ini menjadi momentum bagi kami untuk berkonsolidasi dengan sekolah-sekolah PUI sekaligus menyapa kader muda," ujar Raizal Arifin.
Raizal menjelaskan, kegiatan perkemahan tersebut dirancang sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda di tengah berbagai ancaman era digital yang berpotensi memengaruhi masa depan mereka.
Melalui disiplin kepramukaan, PUI berupaya membentengi para pelajar dari berbagai dampak negatif, seperti jebakan pinjaman online (pinjol), tawuran, hingga dekadensi moral.
"Output yang diharapkan selaras dengan ajaran Ishlahul Tsamaniyah, khususnya Ishlahul Tarbiyah (perbaikan pendidikan). Kami ingin membina generasi muda agar memiliki imunitas kuat menghadapi dinamika dan tantangan global, sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan serta kepedulian lingkungan," jelasnya.
Kehadiran Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai pembina Apel Kebangsaan dinilai Raizal memberikan keteladanan bagi seluruh peserta.
Baca Juga: PPATK Temukan Transaksi Judi Online ASN, BKPSDM Kabupaten Sukabumi: Belum Terima Informasi Resmi
Menurutnya, pengalaman Kapolri yang telah mengenal kegiatan kepanduan sejak usia dini dapat menjadi inspirasi bagi kader muda PUI dalam meraih cita-cita.
Raizal menambahkan, PUI terus berkomitmen menjalin kolaborasi dengan Polri untuk turut mengawal visi Indonesia Emas 2045. Sinergi tersebut tidak hanya diarahkan untuk membangun kedisiplinan organisasi, tetapi juga memupuk kedewasaan dalam kehidupan berbangsa.
"Kemah ini bukan sekadar agenda camping biasa. Sepulang dari sini, seluruh peserta diharapkan membawa semangat baru untuk menjadi pembelajar yang andal, disiplin, dan siap melayani Indonesia demi terwujudnya negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.
Editor : Asep Awaludin