Sukabumi Update

Catat! Jalan Caringin-Cidahu Dicor Lagi: Ini Jadwal dan Kendaraan yang Boleh Melintas

Ruas jalan Caringin-Cidahu di Kampung Caringin, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, yang akan dilakukan pengecoran tahap kedua. (Sumber : SU/Ibnu Sanubari).

SUKABUMIUPDATE.com - Pengguna jalan yang hendak melintas di ruas Caringin–Cidahu diminta mengantisipasi potensi kemacetan pada akhir pekan ini. Penyesuaian arus lalu lintas dilakukan menyusul adanya pekerjaan pengecoran jalan tahap kedua di Kampung Caringin, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Pemerintah Desa Nyangkowek memastikan akses kendaraan di lokasi proyek tidak ditutup total, melainkan diberlakukan sistem buka-tutup jalur.

Kepala Desa Nyangkowek, Abdul Haris, mengatakan bahwa mekanisme pengaturan lalu lintas telah dikoordinasikan secara matang bersama pihak pelaksana proyek. Untuk menjaga kelancaran, penanganan arus kendaraan di lapangan juga akan melibatkan warga setempat.

"Nanti ketika ada pengecoran pasti ada orang yang disuruh jaga dari warga setempat. Sistemnya dibagi tiga shift, delapan jam, delapan jam, delapan jam," ujar Abdul Haris saat diwawancarai Sukabumiupdate.com, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Cari Bambu, Warga Temukan Jasad Bayi dalam Kantong di Bawah Jembatan Jalur Lingsel Sukabumi

Pengaturan arus lalu lintas di lokasi pengecoran jalan ruas Caringin–Cidahu akan disesuaikan dengan jenis kendaraan yang melintas. Menurutnya, sistem buka-tutup jalur hanya berlaku untuk kendaraan kecil. Sementara itu, kendaraan besar seperti truk sumbu tiga serta kontainer ukuran 20 dan 40 feet dipastikan tidak dapat melintas selama proses pengecoran berlangsung.

"Kalau menurut saya bisa lewat. Karena diatur kan, buka tutup. Nanti Sabtu, Minggu, Senin kalau pekerjaannya jam 7, Senin jam 7 lagi sudah bisa dilalui lagi karena itu 24 jam," katanya.

Pengecoran tahap kedua ini dilakukan di titik yang sama, yakni STA 244-331 Kampung Caringin, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu hingga Minggu (5-6/9/2026), dengan masa pengeringan sekitar 24 jam sebelum jalan kembali dibuka untuk dua arah.

Haris menyebut pengecoran menggunakan spesifikasi material K-500 yang memiliki kualitas tinggi sehingga jalan dapat kembali digunakan setelah proses pengeringan selesai.

Baca Juga: Pendakian Gunung Salak dan Kawah Ratu Ditutup, TNGHS: Termasuk Jalur via Sukabumi

"Cornya itu kualitas tinggi pakai K-500. Ya hebatlah," ucapnya.

Selain pengaturan lalu lintas, Abdul Haris juga mengapresiasi perbaikan ruas jalan Caringin-Cidahu yang dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Aqua Golden Mississippi (Danone-AQUA) Mekarsari dan dikerjakan oleh CV Batu Alam Mandiri (BAM).

Menurutnya, keberadaan program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat karena ruas jalan itu menjadi jalur yang cukup banyak dilalui kendaraan, termasuk kendaraan pengangkut galon dan kendaraan berukuran besar lainnya.

"Manfaatnya sangat luar biasa. Aqua dengan CSR-nya jalan pasti dibangun terus. Manfaatnya terasa buat masyarakat kami dan masyarakat umum," ujar Haris.

Ia juga menilai CV BAM sebagai pelaksana pekerjaan memiliki pengalaman dalam pengerjaan infrastruktur jalan.

Baca Juga: Raperda Perubahan APBD 2026 Diajukan, Pemkab Sukabumi Fokus Penuhi Belanja Wajib

"Saya juga yakin yang mengerjakannya itu CV BAM sudah berpengalaman sekali. Dalam hal jalan apalagi," katanya.

Haris berharap masyarakat ikut menjaga jalan yang telah diperbaiki agar bisa digunakan dalam jangka panjang. Salah satunya dengan menjaga kebersihan drainase di sekitar jalan agar air tidak meluap ke badan jalan.

"Ya paling menjaga kebersihan drainasenya, supaya air tidak meluap ke atas jalan. Masyarakat kami sebenarnya sudah terbiasa ikut merawat juga," pungkasnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT