SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 150 anak dari 30 kecamatan di Kabupaten Sukabumi mengikuti khitanan massal gratis di Pendopo Sukabumi, Sabtu (5/9/2026).
Aksi sosial yang digagas oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Sukabumi tersebut diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, didampingi Sekretaris Daerah Ade Suryaman, meninjau langsung jalannya prosesi sunatan massal serta membagikan santunan dan bingkisan kepada anak-anak peserta.
Asep Japar menegaskan bahwa momen peringatan HJKS harus dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas melalui berbagai kegiatan aksi nyata, bukan sekadar perayaan seremonial semata.
"HJKS harus banyak diisi kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Khitanan massal pun kalau bisa dilaksanakan rutin beberapa kali dalam setahun," ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa rangkaian perayaan HJKS tahun ini akan diisi dengan agenda bakti sosial berkelanjutan, salah satunya lewat program kemanusiaan bertajuk "Nganjang ka Lembur, Ningali Dulur".
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi siap menerjunkan bantuan langsung ke titik-titik pelosok wilayah yang membutuhkan sokongan pangan dan krisis air.
"Rencananya akan ada agenda Nganjang ka Lembur, Ningali Dulur. Kegiatan ini, Insya Allah diisi bakti sosial seperti pemberian sembako hingga air bersih kepada masyarakat," jelasnya.
Berkaitan khitanan massal ini, Bupati pun berterima kasih kepada semua orang yang terlibat. Termasuk masyarakat yang turut mempercayakan khitanan anaknya melalui kegiatan yang digagas LKKS.
"Semoga yang dikhitan menjadi anak soleh, sehat, dan berakhlak mulia," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LKKS Kabupaten Sukabumi, Rina Rosmaniar Japar, menjelaskan bahwa kuota peserta khitanan massal kali ini menjangkau anak-anak dari 30 wilayah kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
Pihaknya menerjunkan tim medis gabungan yang melibatkan berbagai organisasi profesi kesehatan serta tenaga medis dari rumah sakit daerah demi memastikan prosedur medis berjalan aman dan higienis.
"Kegiatan khitanan ini melibatkan tim dari berbagai organisasi kesehatan dan rumah sakit. Terima kasih untuk semuanya yang telah mendukung kegiatan ini," ujarnya. (adv)
Editor : Denis Febrian