SUKABUMIUPDATE.com - Krisis air bersih akibat kemarau panjang terus meluas di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Di Desa Tenjojaya, ratusan sumur milik warga dua kampung dilaporkan telah mengering total selama lebih dari tiga bulan terakhir.
Kondisi kritis ini memaksa warga berjalan kaki hingga ke tepi sungai maupun sumber air lain yang jaraknya mencapai beberapa kilometer demi memenuhi kebutuhan harian.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengonfirmasi bahwa pasokan air tanah di permukiman warga sudah berada di titik terendah.
"Sudah pada kering sumur warga semua, hampir tiga bulan lebih. Mengambil air sumbernya jauh dan ke sungai 10 kilo ke water kerah," kata Mawaldi kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga: Sumur Mengering, Warga Desa Cisaat Cicurug Sukabumi Sejak Dini Hari Berburu Air Bersih
Menanggapi permohonan darurat dari Pemerintah Desa Tenjojaya, lanjut Mawaldi, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menerjunkan satu unit armada tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih pada Sabtu sore.
Penyaluran air bersih berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, menyasar dua titik terparah yakni Kampung Gunung Karang RT 01 dan RT 02/RW 09 serta Kampung Panenjoan RT 01/03.
Bantuan air bersih tersebut didistribusikan untuk meringankan beban 236 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 547 jiwa. Pendistribusian di lapangan dikawal langsung oleh tim PMI, P2BK Cibadak, serta pengurus RT dan Kepala Dusun setempat.
Mawaldi membeberkan bahwa krisis air bersih tidak hanya melanda Desa Tenjojaya, melainkan telah merembet ke sebagian besar wilayah di Kecamatan Cibadak.
Berdasarkan pemetaan, kata Mawaldi, daerah yang dilaporkan mengalami kesulitan air bersih meliputi Desa Sekarwangi (Hampir seluruh wilayah desa), Desa Tenjojaya, Desa Warnajati, Desa Pamuruyan, Desa Neglasari, Desa Sukasirna, Desa Ciheulang Tonggoh, Desa Batununggal dan Desa Karangtengah (Sebagian wilayah Kedusunan Kamandoran).
Mawaldi memastikan pihaknya dan Pemcam Cibadak terus berkoordinasi dengan BPBD serta PMI Kabupaten Sukabumi untuk menjadwalkan suplai air bersih secara bergilir ke wilayah-wilayah terdampak lainnya.
Editor : Denis Febrian