SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi mendorong percepatan pemulihan akses transportasi warga melalui pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding. Jembatan gantung ini membentang di atas Sungai Cimandiri dan menghubungkan wilayah Kecamatan Jampangtengah dengan Kecamatan Gunungguruh.
Pembangunan kembali jembatan yang sempat ambruk tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Minggu (6/9/2026). Proyek ini terealisasi berkat sinergi Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL), PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, dan CT Arsa Foundation.
Pascakerusakan, warga dari kedua wilayah terpaksa mengandalkan perahu karet untuk menyeberangi derasnya Sungai Cimandiri demi menjalankan roda kehidupan sehari-hari.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa rekonstruksi Jembatan Leuwidinding menjadi prioritas krusial untuk memulihkan konektivitas antarkawasan yang terputus.
Baca Juga: Jembatan Leuwidingding Dibangun: Kolaborasi Pemkab Sukabumi, TNI AL dan Swasta
Menurut Sendi, jembatan tersebut juga menunjang berbagai aktivitas warga, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial hingga perekonomian.
"Jembatan ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pembangunan kembali jembatan ini sangat berarti bagi warga yang selama ini terdampak akibat terputusnya akses," ujar Sendi, dalam keterangan yang diterima, pada Senin (7/9/2026).
Jembatan Leuwidinding dirancang memiliki panjang sekitar 89 meter dengan lebar 1,5 meter. Fasilitas ini didesain agar aman digunakan untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Acara groundbreaking turut dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin, Bupati Sukabumi Asep Japar, Direktur PT CMNP Tbk M. Jusuf Hamka, serta perwakilan manajemen CT Arsa Foundation.
Baca Juga: Jembatan Bojonggadog di Ciracap Kembali Dibangun, Kini Bisa Dilintasi Kendaraan Roda Empat
Sendi mengapresiasi keterlibatan pihak swasta dan institusi TNI dalam percepatan penyediaan infrastruktur pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi.
"Kolaborasi seperti ini tentunya sangat positif. Ketika pemerintah bersama TNI dan pihak swasta bergerak secara bersama-sama, kebutuhan masyarakat dapat ditangani dengan lebih cepat dan memberikan manfaat yang luas," katanya.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan tetap harus memperhatikan kualitas konstruksi, keamanan, serta ketahanan bangunan. Hal tersebut dinilai penting agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
"Kami berharap proses pembangunannya berjalan lancar, memenuhi standar teknis dan aspek keselamatan, sehingga nantinya masyarakat dapat menggunakan jembatan ini dengan aman dan nyaman," ungkapnya.
Sendi juga mengajak masyarakat turut menjaga proses pembangunan hingga jembatan selesai dan dapat dimanfaatkan.
"Ini merupakan fasilitas bersama. Setelah selesai dibangun, tentu tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkannya dengan baik menjadi bagian penting agar usia manfaat jembatan bisa panjang," pungkasnya. (adv)
Editor : Denis Febrian