Sukabumi Update

Abu Vulkanik GAK Selimuti Sukabumi, DP3A Minta Orang Tua Perketat Perlindungan Anak

Ilustrasi orang tua melindungi anaknya dari paparan abu vulkanik melalui pemasangan masker. (Sumber Foto: AI)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak di tengah paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berdampak ke sejumlah wilayah Sukabumi.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, mengatakan anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus dalam kondisi tersebut.

Selain memperhatikan kesehatan, orang tua diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah ketika paparan abu vulkanik meningkat.

"Perhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan yang memiliki gangguan pernapasan," ujar Agus kepada sukabumiupdate.com, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik GAK Meluas, Warga Diimbau Waspada

Agus mengatakan masyarakat perlu menerapkan sejumlah langkah perlindungan, di antaranya menggunakan masker dan pelindung mata serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Khusus bagi anak-anak, orang tua diimbau tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah ketika kondisi udara dipenuhi abu vulkanik.

Jika anak mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, atau iritasi mata, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, pintu, jendela, dan ventilasi rumah sebaiknya ditutup ketika terjadi hujan abu atau konsentrasi abu meningkat. Sumber air bersih dan makanan juga perlu ditutup agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

Dalam situasi tersebut, DP3A juga memastikan perlindungan terhadap perempuan dan anak tetap dilakukan melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

“DP3A selalu berkolaborasi dengan semua OPD, bukan hanya BPBD, Dinkes dan Disdik saja, khususnya dalam penanganan kasus-kasus perempuan dan anak,” kata Agus.

Baca Juga: Mata Perih, Kulit Iritasi hingga Sakit Tenggorokan, Ini Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar perlindungan terhadap perempuan dan anak tetap berjalan, terutama ketika kondisi darurat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

DP3A juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG, PVMBG, BNPB, dan instansi terkait lainnya.

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai abu vulkanik yang belum terverifikasi.

Agus turut mengingatkan warga agar berhati-hati saat membersihkan abu vulkanik. Abu sebaiknya tidak langsung disapu dalam kondisi kering karena dapat beterbangan dan terhirup. Sebelum dibersihkan, abu perlu dibasahi terlebih dahulu, dengan tetap menggunakan masker dan pelindung mata.

Warga juga diminta memperhatikan kondisi atap rumah karena abu vulkanik yang basah dapat menambah beban atap. Pembersihan secara berkala perlu dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Yang paling penting, anak-anak harus mendapat perhatian dan perlindungan lebih. Orang tua harus memastikan anak tetap berada di lingkungan yang aman dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi abu vulkanik,” pungkasnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT