Sukabumi Update

Mulai Mereda, Paparan Tinggi Abu Vulkanik GAK di Kabandungan Sukabumi

Paparan abu vulkanik erupsi GAK di Kabandungan Kabupaten Sukabumi (Sumber: dok kades)

SUKABUMIUPDATE.com - Kecamatan Kabandungan menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dengan tingkat paparan abu vulkanik erupsi GAK (Gunung Anak Krakatau) tinggi. Abu vulkanik di wilayah ini sangat tebal beberapa jam pasca erupsi GAK.

Soleh Komarudin, Kepala Desa Mekarjaya Kecamatan Kabandungan menegaskan bahwa beberapa jam pasca erupsi, abu vulkanik mulai terlihat di wilayahnya. Guyuran cukup tinggi terjadi pada Sabtu hingga minggu pagi (5-6 September 2026). 

Benda apapun yang berada di luar rumah di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi diselimuti abu vulkanik cukup tebal. Kades sempat merekam abu vulkanik yang cukup tebal menempel di mobil pribadinya.

Baca Juga: PAD dan TKD Berubah, DPRD Minta Perubahan APBD Sukabumi 2026 Kejar Program Prioritas

Menurut Soleh, awalnya kondisi tersebut terlihat seperti cuaca mendung. Warga sempat mengira kondisi tersebut pertanda akan turun hujan, namun setelah diperhatikan ternyata berupa debu yang terbawa angin.

"Kelihatannya seperti mendung, padahal dikira mau hujan. Ternyata debu, terbawa angin sepertinya," ucapnya.

Soleh menuturkan, kondisi serupa juga dialami sejumlah wilayah lain. Berdasarkan informasi yang diterimanya, debu serupa terlihat di wilayah Cipeuteuy dan Tugubandung kecamatan Kabandungan.

Baca Juga: Pengawasan DPRD Jabar di Cikakak, Jaenudin Soroti Salah Desil Penerima Bansos

Soleh menyebut, debu tersebut memiliki ciri berbeda dari debu biasa. Warnanya terlihat lebih gelap dan kehitaman seperti material abu. "Beda, agak hitam. Jadi ada material seperti abu saja," ujarnya.

Menurutnya, perbedaan terlihat dari warna . Jika debu jalanan biasanya cenderung kekuningan, debu yang ditemukan kali ini berwarna lebih gelap. "Kalau abu di jalanan beda, warnanya hampir kekuning-kuningan. Kalau ini kehitam-hitaman. Pas disemprot juga jadi hitam, bukan kuning," jelasnya.

Selain menempel pada kendaraan, debu juga terlihat pada beberapa pepohonan seperti daun bambu dan daun pisang. "Di daun bambu, daun pisang juga kelihatan. Jadi warnanya abu-abu," katanya.

Baca Juga: Dua Guru Besar Lahir di Kampus Sukabumi, Nusa Putra University dan UMMI

Terkait kondisi tersebut, pemerintah desa telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker sebagai langkah antisipasi, terutama untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan. "Sudah disampaikan. Untuk kesehatan kan ini saluran pernapasan, ISPA, paru-paru sampai gitu," tegasnya.

Kondisi paparan abu vulkanik di kawasan tersebut pada Senin (7/9/2026) mulai tipis dan mereda. "Sekarang sudah reda," pungkas Soleh.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT