Sukabumi Update

Tabebuya Bermekaran bak Sakura, Wajah Kota Sukabumi Mendadak Cantik di Musim Kemarau

Potret Pohon Tabebuya yang mulai mekar di Jalan Ir. H Juanda, depan Balai Kota Sukabumi. Rabu (9/9/2026). (Sumber Foto: SU/Asep Awaludin)

SUKABUMIUPDATE.com – Pohon Tabebuya mulai bermekaran di sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada awal September 2026. Bunga berwarna merah muda, putih hingga kuning itu mempercantik wajah kota di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

Pantauan sukabumiupdate.com, Rabu (9/9/2026), deretan pohon Tabebuya tampak mulai menunjukkan pesonanya di beberapa titik, di antaranya Jalan Ir. H. Juanda tepatnya di depan Balai Kota Sukabumi, Jalan Ahmad Yani, hingga kawasan Jalan Jalur Lingkar Selatan.

Bunga-bunga Tabebuya yang bermekaran di sepanjang jalan protokol tersebut menghadirkan suasana berbeda. Keindahannya bahkan menarik perhatian warga yang melintas maupun berjalan kaki di sejumlah trotoar.

Sinta (32), salah seorang pejalan kaki, mengaku senang melihat Tabebuya mulai bermekaran. Menurutnya, keberadaan pohon tersebut membuat suasana Kota Sukabumi terasa lebih indah.

"Bagus banget, kayak bukan di Sukabumi. Suasananya jadi berbeda. Bagusnya ditanam lebih banyak di pinggir-pinggir jalan," ujar Sinta.

Baca Juga: Pesona Pohon Tabebuya Saat Mekar, Simbol Keberagaman Kota Sukabumi

Namun, ia berharap keberadaan Tabebuya juga dibarengi dengan penataan kawasan yang lebih baik, terutama dengan menertibkan parkir liar dan pedagang kaki lima yang masih menggunakan ruang trotoar.

"Kalau kondisinya bagus seperti ini, kita yang jalan di trotoar juga jadi happy. Selain indah karena bunganya bermekaran, jadi enak jalan di trotoar," katanya.

Hal senada disampaikan Weni (44), pejalan kaki lainnya. Ia berharap keindahan Tabebuya tidak hanya diperhatikan saat pohon sedang berbunga, tetapi juga diikuti dengan pemeliharaan dan kebersihan kawasan secara berkelanjutan.

"Bunga ini kan cuma mekar satu tahun sekali. Di bulan-bulan setelahnya kan nggak mekar lagi, jadi pengennya lebih ditata saja biar lebih rapi dan bersih. Jadi bukan hanya karena ada bunga, justru setelahnya, setelah mekar, kebersihan tetap terjaga," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, mengatakan mekarnya bunga Tabebuya memberikan pemandangan estetis sekaligus menyegarkan suasana perkotaan.

"Fenomena ini menjadi daya tarik visual bagi warga lokal maupun wisatawan yang melintas, sehingga wajah Kota Sukabumi terasa lebih asri dan nyaman," ujar Sony saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Sony menjelaskan, pohon Tabebuya mulai ditanam di wilayah Kota Sukabumi sejak 2015. Sementara itu, khusus di kawasan Jalan Jalur Lingkar Selatan, sebanyak 400 pohon Tabebuya ditanam pada 2024.

Baca Juga: Jalan Ciguyang-Cikaso di Tegalbuleud Sukabumi Rusak Parah, Dinas PU Siapkan Penanganan

Menurutnya, keberadaan Tabebuya tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika untuk mempercantik tata kota. Pohon tersebut juga memiliki fungsi ekologis, di antaranya sebagai peneduh alami dan membantu menyerap polusi dari kendaraan.

"Keunggulan utamanya terletak pada perakarannya yang kuat, namun tidak merusak struktur trotoar maupun fondasi bangunan di sekitarnya," jelasnya.

Sony menyebut Tabebuya memiliki siklus berbunga secara berkala. Pada periode tertentu, pohon tersebut akan mengeluarkan bunga dengan warna yang beragam dan membuat ruas jalan terlihat semakin menarik.

Menariknya, proses pembungaan Tabebuya justru dapat mencapai puncaknya ketika memasuki musim kemarau dan kondisi ketersediaan air berkurang. Fenomena tersebut membuat deretan Tabebuya di Kota Sukabumi menjadi pemandangan yang cukup mencolok pada awal September 2026.

Tabebuya sendiri merupakan tanaman yang berasal dari kawasan Amerika Selatan, termasuk Brasil. Di Indonesia, pohon ini kerap disebut mirip dengan pohon Sakura karena bunga yang dihasilkan memiliki warna mencolok, seperti merah muda, putih, dan kuning.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap keberadaan Tabebuya dapat terus mendukung peningkatan kualitas ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan.

"DPUTR Kota Sukabumi berharap keberadaan pohon-pohon ini dapat terus meningkatkan kualitas RTH. Kami berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan penambahan jumlah pohon secara berkala agar Kota Sukabumi semakin teduh, nyaman, dan indah," pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT