Sukabumi Update

Pemdes Ungkap Pelaku Pembuang Sampah Cangkang Kelapa di Jalan Waluran Sukabumi

Tumpukan sampah cangkang kelapa dibuang sembarangan di lahan Perhutani pinggir jalan provinsi ruas Waluran-Tamanjaya, Kampung Cibojong, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabum (Sumber: dok pemdes)

SUKABUMIUPDATE.com - Warga dibuat geram dengan ulah oknum yang diduga membuang sampah sembarangan di lahan Perhutani, pinggir jalan provinsi ruas Waluran-Tamanjaya, tepatnya di Kampung Cibojong, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Sampah Cangkang kelapa atau dawegan dalam jumlah cukup banyak. Tumpukan sampah tersebut diketahui warga pada Kamis (10/9/2026).

Sekretaris Desa Mekarmukti, Anas Aminudin, membenarkan adanya laporan terkait pembuangan sampah tersebut. Menurutnya, laporan diterima dari kepala dusun sekitar pukul 11.30 WIB.

"Betul ada laporan dari Kadus sekitar pukul 11.30 WIB. Bahkan sempat dipertanyakan dan dilarang buang sampah di lokasi itu," ujar Anas kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Persib Dapat Suntikan Semangat dari Bobotoh, Marc Klok Siap Berjuang Hadapi Persija

Anas menyebutkan, berdasarkan laporan yang diterima, terdapat lebih dari 25 karung berisi bekas cangkang kelapa muda yang dibuang di lokasi tersebut. Ia menduga pembuangan sampah itu tidak hanya dilakukan satu kali. Dari jumlah sampah yang ditemukan, diperkirakan sudah ada sekitar dua truk engkel yang membuang bekas dawegan ke lokasi tersebut.

"Kalau dari laporan ada sekitar 25 kantong. Kemungkinan sudah dua truk engkel yang buang bekas dawegan ke sana," katanya.

Menurut Anas, sopir truk yang diketahui membuang sampah tersebut mengaku membawa muatan bekas cangkang kelapa muda dari wilayah Cinagen, Kecamatan Jampangkulon. lokasi pembuangan berada di pinggir jalan provinsi sekaligus merupakan lahan milik Perhutani. 

Baca Juga: Tinggal Baju di Badan, Hendra Menatap Puing Rumahnya yang Hangus di Simpenan

Selain mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan, tumpukan cangkang kelapa muda tersebut dikhawatirkan menimbulkan bau serta mengurangi kenyamanan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Anas menegaskan, pemerintah desa berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat tidak menjadikan lahan kosong di pinggir jalan sebagai tempat pembuangan sampah. "Kami berharap jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Jangan menjadikan lahan kosong sebagai tempat membuang sampah," pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT