SUKABUMIUPDATE.com - Momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 di Kecamatan Cibadak diisi dengan kegiatan bakti sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya melalui program KOPI MASAL (Kolaborasi Peduli Masalah Sosial) dengan memperbaiki hunian tiga kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Kampung Bojong Kuring RT 02/RW 26, Kelurahan Cibadak.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 8 September 2026 itu juga dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan gratis bagi warga setempat.
Camat Cibadak Mulyadi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan makna HJKS bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata yang bisa dirasakan masyarakat.
"Jadi kita ingin mensosialisasikan bahwa Hari Jadi Sukabumi ini bukan hanya kegiatan seremonial saja, tetapi ada aksi nyata yang memang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat," ujar Mulyadi kepada sukabumiupdate.com, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: 156 Tahun Kabupaten Sukabumi, DPMD Dorong Desa Makin Maju dan Berdaya
Salah satu aksi tersebut yakni membantu warga yang terdampak kebakaran pada 21 Agustus 2026 lalu. Melalui KOPI MASAL, Kecamatan Cibadak menggalang kepedulian berbagai pihak untuk mendukung proses perbaikan rumah.
Mulyadi menyebut, dalam waktu sekitar dua pekan setelah kejadian, bantuan material yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah sudah terkumpul sekitar 80 persen.
"Alhamdulillah, pas hari kegiatan itu materialnya sudah sekitar 80 persen ada, sudah lengkap. Tinggal pelaksanaan kegiatannya," katanya.
Perbaikan tersebut menjadi bagian dari capaian KOPI MASAL yang kini telah menangani 30 rumah. Rumah warga korban kebakaran di Bojong Kuring tercatat sebagai rumah ke-28, ke-29, dan ke-30 yang diperbaiki melalui program tersebut.
Baca Juga: Kebakaran di Simpenan Sukabumi, Data BPBD: 9 Rumah Terdampak, 7 Rusak Berat
"Ini ke-28, 29, 30. Jadi total hitungannya sampai ke-30, karena ini mewakili tiga KK," ucapnya.
Menurut Mulyadi, proses perbaikan rumah tersebut tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun pihak luar. Masyarakat sekitar juga ikut terlibat dalam proses gotong royong, baik melalui tenaga maupun dukungan lainnya.
Ia mengatakan, semangat kebersamaan masyarakat menjadi salah satu hal yang terlihat dalam pelaksanaan KOPI MASAL.
"Uniknya KOPI MASAL ini bukan hanya pemerintah yang bergerak atau perusahaan, tapi masyarakat setempat juga ikut membantu. Saling bantu, saling tolong-menolong, bahu-membahu," jelasnya.
Baca Juga: Jelang Persija vs Persib, Umuh Muchtar Larang Bobotoh Datang ke SUGBK
Bahkan, warga setempat turut menggalang bantuan untuk kebutuhan tukang karena di lokasi tersebut tidak tersedia tenaga pekerja.
"Informasinya masyarakat setempat menggalang dana untuk tukangnya. Karena memang di sana tidak ada tukang, jadi mereka membantu untuk kebutuhan tukang," ujarnya.
Selain perbaikan rumah, kegiatan bakti sosial tersebut juga diisi dengan pelayanan kesehatan gratis yang melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sekarwangi. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 45 warga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan dasar.
"Pelayanan kesehatan standar, yang memang dilayani oleh Puskesmas. Seperti keluhan flu dan hal-hal ringan lainnya," kata Mulyadi.
Baca Juga: 9 PMI Asal Kota Sukabumi Siap Bekerja di Luar Negeri, Ayep Zaki: Upaya Kurangi Pengangguran
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibadak, Kelurahan Cibadak, Puskesmas wilayah Cibadak, lembaga masyarakat, dunia usaha, hingga warga sekitar.
Mulyadi menjelaskan, KOPI MASAL tidak hanya bergerak dalam penanganan rumah warga yang terdampak musibah. Program tersebut juga merespons berbagai persoalan sosial lain di Kecamatan Cibadak.
"Seperti penanganan orang sakit, ada sekitar 15 orang yang kita tangani. Kemudian yang terlantar ada 12 kasus. Termasuk ODGJ yang dianggap meresahkan, kita bantu merespons bersama keluarga," ungkapnya.
Ke depan, ia berharap semakin banyak pihak yang ikut berkolaborasi sehingga program KOPI MASAL dapat menangani lebih banyak persoalan sosial masyarakat.
"Mudah-mudahan makin banyak pihak-pihak yang bisa berkolaborasi dengan KOPI MASAL ini, sehingga kita bisa lebih banyak menangani permasalahan sosial di Kecamatan Cibadak," tuturnya.
Ia berharap, ke depan program tersebut tidak hanya bergerak ketika ada kondisi darurat, tetapi dapat lebih terencana dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk penanganan rumah tidak layak huni.
"Kalau hari ini mungkin kita lebih banyak merespons kasus darurat. Ke depan dengan makin banyak kolaborasi, kita bisa menangani secara bertahap dan lebih terencana," pungkasnya.
Editor : Ikbal Juliansyah