SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya memperkuat profesionalisme personel dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
Penguatan tersebut salah satunya diperkenalkan melalui konsep POL PP SIGAP dalam Sukabumi Expo 2026 rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 di Lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Deni Yudono, mengatakan keikutsertaan dalam Sukabumi Expo menjadi momentum untuk memperkenalkan tugas dan fungsi Satpol PP kepada masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, tugas Satpol PP tidak hanya berkaitan dengan penertiban. Sebagai perangkat daerah, Satpol PP juga memiliki fungsi pencegahan, pembinaan, pengawasan, penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada), serta menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa tugas Satpol PP bukan hanya melakukan penertiban. Ada fungsi pencegahan, pembinaan, pengawasan, penegakan Perda dan Perkada, serta upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum,” ujar Deni, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: SAGARATNA: Satpol PP Sukabumi Perkuat Satlinmas dalam Kesiapsiagaan Bencana
Dalam Sukabumi Expo tersebut, Satpol PP turut memperkenalkan konsep POL PP SIGAP yang menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan meningkatkan profesionalisme personel.
Deni menjelaskan, POL PP SIGAP diarahkan untuk membentuk personel yang siap menghadapi berbagai dinamika di lapangan, mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi, serta tetap bekerja berdasarkan aturan.
SIGAP merupakan akronim dari Siap, Inovatif, Gerak, Amanah, serta Amankan Perda/Perkada.
Menurut Deni, konsep tersebut menggambarkan kesiapan personel dalam menjalankan tugas, kemampuan berinovasi, kecepatan bertindak sesuai ketentuan, menjaga amanah masyarakat, serta konsisten mengawal dan menegakkan produk hukum daerah.
“POL PP SIGAP bukan sekadar slogan. Kami ingin nilai itu benar-benar dipahami dan tercermin dalam sikap personel ketika memberikan pelayanan maupun menjalankan tugas di tengah masyarakat,” katanya.
Deni menegaskan, profesionalisme menjadi aspek penting dalam pelaksanaan tugas Satpol PP. Sebab, personel di lapangan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial yang membutuhkan ketegasan sekaligus kemampuan berkomunikasi.
Karena itu, pendekatan humanis tetap menjadi bagian dalam pelaksanaan tugas. Upaya komunikasi, pencegahan dan pembinaan diutamakan sebelum tindakan penegakan dilakukan, dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin memperkuat pemahaman bahwa ketegasan harus berjalan bersama sikap humanis. Dalam menjalankan tugas, komunikasi, pencegahan, dan tindakan sesuai prosedur hukum tetap menjadi perhatian,” ungkapnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan agar penegakan aturan tidak hanya berorientasi pada tindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mematuhi aturan.
Baca Juga: Rokok Ilegal Masih Mengancam, Satpol PP Sukabumi Perkuat Pengawasan Lewat Edukasi Masyarakat
Selain memperkenalkan konsep POL PP SIGAP, stan Satpol PP dalam Sukabumi Expo juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi publik. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai tugas dan fungsi Satpol PP, termasuk peran dalam penegakan Perda dan Perkada serta menjaga kondisi wilayah tetap aman, tertib dan kondusif.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas personel terus dilakukan melalui pembinaan dan pelatihan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan aparatur memiliki kemampuan yang sesuai dengan tuntutan tugas di lapangan.
“Profesionalisme menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Karena itu, peningkatan kemampuan personel terus dilakukan melalui pembinaan dan pelatihan,” kata Deni.
Deni mengatakan, Sukabumi Expo HJKS ke-156 juga menjadi ruang bagi perangkat daerah untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Momentum tersebut tidak hanya digunakan untuk menyampaikan program pembangunan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai tugas pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bagi Satpol PP, edukasi mengenai ketenteraman dan ketertiban umum menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama. Sebab, menjaga ketertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami peran Satpol PP dan dapat bersama-sama menjaga ketertiban di Kabupaten Sukabumi. Ketenteraman daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat,” tandasnya. (adv)
Editor : Denis Febrian