SUKABUMIUPDATE.com - Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi membuka akses bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan suplai air bersih selama musim kemarau. Pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui jalur resmi maupun koordinasi dengan pemerintah setempat.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Perumda TJM Kabupaten Sukabumi, Tellyana Demorani, mengatakan secara formal permintaan bantuan air bersih dapat diajukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk kemudian diteruskan kepada Perumda TJM.
"Secara formalnya mengajukan surat ke BPBD. Nanti BPBD memberikan tembusan ke kita," ujar Tellyana saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Namun, masyarakat juga dapat menyampaikan permohonan secara langsung kepada Perumda TJM melalui surat pengajuan bantuan suplai air bersih. Dalam praktiknya, permintaan juga banyak disampaikan melalui pemerintah wilayah setempat.
Baca Juga: Bansos Digital Meluncur 2027: Uang Ditransfer ke Rekening 50 Juta Warga Desil 1-5
"Atau bisa juga bersurat langsung ke kita, mengajukan permintaan bantuan suplai air bersih karena musim kemarau," katanya.
Tellyana menjelaskan, surat permohonan yang masuk akan diteruskan untuk diproses, termasuk pengecekan lokasi dan pengaturan jadwal pengiriman oleh bagian yang menangani armada tangki. Menurutnya, tidak ada persyaratan khusus bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih.
Perumda TJM akan melihat kondisi wilayah yang mengalami kekeringan. "Tidak ada persyaratan khusus. Karena memang kalau kekeringan, sekarang isunya hampir terjadi di semua wilayah Kabupaten Sukabumi," ucapnya.
Ia menyebut, kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat sejumlah wilayah, terutama daerah dataran tinggi, mulai mengalami penurunan ketersediaan air. "Ini kemaraunya lumayan panjang, sudah hampir empat bulan. Apalagi daerah tinggi, air sungai juga sudah mulai surut," ujarnya.
Baca Juga: Butuh Rp1,6 Triliun untuk Benahi 400 Km Jalan Rusak, Dinas PU Sukabumi Ungkap Tantangannya
Meski demikian, Tellyana memastikan pelayanan kepada pelanggan reguler Perumda TJM masih berjalan. Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi antara kantor pusat dan cabang untuk mengantisipasi perubahan kondisi sumber air.
"Alhamdulillah sampai saat ini pelayanan di PDAM sendiri masih tetap aman. Setiap hari semua lini di pusat maupun cabang terus berkoordinasi. Kalau ada sumber air yang mulai surut, ada antisipasi dan langkah-langkah yang diambil," katanya.
Bantuan air bersih yang disalurkan Perumda TJM juga tidak terbatas bagi pelanggan. Menurut Tellyana, sebagian besar permintaan justru berasal dari wilayah yang belum terjangkau jaringan pelayanan air Perumda TJM.
"Kebanyakan permohonan bantuan air bersih itu wilayahnya memang tidak ada PDAM ke situ, tidak ada jalurnya," jelasnya.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Pemprov Jabar Bakal Gabungkan Sejumlah Perangkat Daerah
Selain wilayah yang belum memiliki jaringan, bantuan juga diberikan kepada daerah yang sudah memiliki sumber air alternatif seperti Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), namun pasokannya belum mencukupi kebutuhan warga.
Untuk proses tindak lanjut, Perumda TJM terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap lokasi yang mengajukan bantuan. Hal yang diperiksa antara lain kondisi wilayah dan akses kendaraan tangki menuju lokasi.
"Kita tanya dulu, verifikasi dulu. Ini wilayah mana, akses jalannya seperti apa, apakah bisa masuk truk tangki atau tidak," kata Tellyana.
Jika kendaraan tangki tidak dapat masuk ke lokasi, Perumda TJM akan mencari titik distribusi yang memungkinkan, seperti lokasi tertentu yang mudah dijangkau warga untuk mengambil air menggunakan wadah masing-masing.
Baca Juga: DPMD Sukabumi Pamerkan Capaian Desa dan Produk BUMDes di Sukabumi Expo 2026
Perumda TJM juga memiliki armada tangki sendiri dengan kapasitas 8.000 liter dan 4.000 liter. Namun, karena keterbatasan jumlah armada, dalam kondisi tertentu pihaknya juga dapat berkoordinasi dengan pihak lain yang memiliki kendaraan tangki.
"Kalau ada yang punya kendaraan tangki sendiri, bisa juga. Nanti kita tentukan titik pengambilan airnya, misalnya di Cikembar atau kantor pusat," ujarnya.
Tellyana menambahkan, penanganan kebutuhan air bersih selama kemarau membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, komunikasi antara Perumda TJM, pemerintah wilayah, dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar kebutuhan air dapat terpenuhi.
"Ini isu bersama, antisipasinya juga bersama. Komunikasi harus jalan, sehingga kebutuhan air bisa terpenuhi," katanya.
Baca Juga: Asrun, KY, dan Sapu Kotor
Ia mengatakan, masyarakat memberikan apresiasi terhadap langkah Perumda TJM yang tetap membantu memenuhi kebutuhan air bersih, meskipun sebagian penerima bantuan bukan pelanggan reguler perusahaan. "Mereka mengapresiasi karena walaupun bukan konsumen atau pelanggan PDAM, ketika musim kemarau panjang seperti ini PDAM tetap hadir membantu masyarakat," pungkasnya. (adv)
Editor : Fitriansyah