SUKABUMIUPDATE.com - Dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi SMK saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) mencuat di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi. Kasus tersebut kini telah dilaporkan pihak sekolah ke kepolisian.
Siswi yang menjadi korban diketahui merupakan pelajar kelas XI dari salah satu SMK di Kabupaten Sukabumi. Dugaan pelecehan itu mencuat setelah korban mengadukan perlakuan yang dialaminya selama menjalani PKL kepada pihak sekolah.
Melalui keterangan resmi kepada awak media, pihak sekolah menjelaskan informasi tersebut pertama kali diterima dari panitia praktik kerja industri (prakerin) sekolah. "Ada informasi dugaan pelecehan, baik secara verbal maupun non verbal, kepada salah satu siswi yang sedang PKL di Dinas Perhubungan," jelas pihak sekolah.
Baca Juga: Purbaya Out! Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, Ini profilnya
Setelah menerima informasi tersebut, pihak sekolah menghubungi pejabat yang diduga terlibat untuk klarifikasi. Namun, menurutnya pejabat tersebut membantah tudingan yang diarahkan kepadanya.
"Setelah konfirmasi dan klarifikasi, yang bersangkutan tidak mengakui dan tidak merasa melakukan hal apapun. Pihak sekolah juga mengklarifikasi kepada Kepala Dinas," tulis keterangan resmi dari sekolah korban.
Kepada pihak sekolah, Kepala Dishub membenarkan adanya peristiwa tersebut sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas perlakuan bawahannya. Pihak sekolah memilih membawa persoalan tersebut ke ranah hukum untuk memastikan dugaan kejadian itu diusut dan memperoleh titik terang.
Baca Juga: Lantik Forum Anak Daerah 2026–2028, Asep Japar Minta Generasi Muda Sukabumi Jauhi Narkoba
"Sekolah resmi melaporkan dugaan ini ke pihak kepolisian untuk mencari titik terangnya," jelas pihak sekolah.
Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latif, membenarkan adanya insiden yang melibatkan bawahannya dengan siswa yang tengah menjalani PKL. Mubtadi menyebut tindakan tersebut bermula dari gurauan. Namun, ia mengakui perbuatan itu telah melewati batas kewajaran dan tidak dapat ditoleransi.
"Intinya mah heureuy (bercanda) keterlaluan. Cuma dia lagi duduk, didudukin gitu. Bagi saya mah tetap terjadi, cuma jangan dibayangkan terjadi apa-apa panjang lebar. Bercanda biasa, cuma keterlaluan memang dan tidak bisa ditolerir," kata Mubtadi.
Baca Juga: Mobil Bak Muat Puluhan Jeriken Pertalite, Aktivitas di SPBU Pasiripis Sukabumi Tuai Sorotan
Mubtadi juga mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Sebagai langkah internal, pihaknya telah mengumpulkan seluruh siswa yang sedang menjalani PKL di lingkungan Dishub. "Kemarin anak-anak sudah dikumpulkan, kasihan anak-anaknya," kata Mubtadi.
Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi memastikan telah menerima informasi mengenai dugaan kasus asusila yang melibatkan oknum pejabat di instansi pemerintahan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut. "Kami sudah dapat informasi itu dan saat ini masih dalam pendalaman," singkatnya.
Editor : Fitriansyah