Sukabumi Update

Jaga Kesehatan! Rumah Sakit di Sukabumi Penuh, IGD Kewalahan

Ilustrasi AI. rumah sakit penuh (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Warga Sukabumi diminta jaga kesehatan. Dalam sebulan terakhir, sejumlah rumah sakit di wilayah Kota dan kabupaten Sukabumi Jawa Barat mengalami peningkatan kunjungan pasien, hingga membuat petugas kesehatan kewalahan khususnya di fasilitas instalasi gawat darurat atau IGD. 

Manajemen RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi melalui akun medsos resminya mengeluarkan himbauan tersebut pada, Senin (14/9/2026). Dalam flyer berjudul mohon pengertian dan kerjasama ini, manajemen menjelaskan situasi terkini lonjakan pasien RSUD R Syamsudin SH . 

“Sehubungan dengan adanya peningkatan kunjungan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kami terus berupaya memberikan pelayanan secara optimal sesuai dengan kondisi dan tingkat kegawatdaruratan masing-masing pasien,” tulis admin medsos RSUD R Syamsudin.

Baca Juga: Persija Jakarta Terusir dari SUGBK, Cari Stadion untuk Hadapi Java United

Dalam situasi kunjungan yang meningkat, waktu tunggu pelayanan di RSUD R Syamsudin menyesuaikan dengan kondisi dan prioritas kegawatdaruratan pasien. Ditengah situasi ini RSUD R Syamsudin meminta pengertian kepada warga khususnya pasien dan keluarganya.

“Untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan pelayanan, kami mohon kerja sama untuk Memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan untuk melayani dengan tenang, fokus, dan responsif sesuai kebutuhan pasien,” lanjut RSUD R Syamsudin.

Rumah sakit milik pemerintah daerah Kota Sukabumi kemudian mengeluarkan aturan baru agar kondisi tersebut tidak mengganggu pelayanan kesehatan kepada pasien. Mulai dari Membatasi penunggu pasien maksimal 1 orang di area pelayanan, dan mewajibkan penerapan protokol kesehatan selama berada di lingkungan rumah sakit.

Baca Juga: Warning! Ombak 4 Meter di Selatan Jawa, BMKG Ungkap Potensi Gelombang Tinggi

1.800 Pasien Per Bulan

Hal yang sama juga terjadi di RSUD Jampangkulon. Jumlah kunjungan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, mengalami peningkatan cukup tinggi, dalam satu bulan, rata-rata pasien di IGD mencapai sekitar 1.700 hingga 1.800 orang.

Kepala Instalasi IGD RSUD Jampangkulon, dr. Anwar Munajat, melalui Kepala Urusan Humas RSUD Jampangkulon, Lia Desty, mengatakan peningkatan kunjungan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kepadatan di ruang IGD.

"Betul, terjadi peningkatan jumlah angka kunjungan pasien di IGD RSUD Jampangkulon. Jumlah rata-rata pasien di IGD kami berkisar 1.700-1.800 pasien per bulan," kata Lia menyampaikan keterangan dr. Anwar kepada Sukabumiupdate.com, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Ruang Kelas MTs di Lengkong Ambruk, 92 Pelajar Belajar Bergiliran di Musala hingga LAB

Menurutnya, kepadatan pasien di IGD tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya angka kunjungan pasien sakit. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan lamanya proses perawatan pasien di ruang rawat inap serta keterbatasan kapasitas tempat tidur yang tersedia.

"Kepadatan pasien di IGD disebabkan oleh banyak faktor, utamanya angka kunjungan pasien sakit meningkat. Selain itu, seperti lama perawatan pasien di rawat inap dan kapasitas ruangan rawat inap," ujarnya.

Meski terjadi kepadatan, pihak rumah sakit memastikan seluruh pasien yang datang tetap mendapatkan pelayanan. Status kepesertaan jaminan kesehatan juga tidak menjadi pembeda dalam pemberian layanan di IGD.

Baca Juga: Khansa Nisa Arrosid, Remaja Cicurug Bermimpi Gabung Timnas U-17 Usai Tampil di Srikandi Merdeka Cup

"Utamanya kami tetap memberikan layanan kepada semua pasien yang datang ke IGD RSUD Jampangkulon tanpa membedakan status jaminan apa pun, baik BPJS maupun umum," jelasnya.

Pelayanan pasien, lanjut Lia, tetap dilakukan berdasarkan tingkat prioritas kegawatan dan kedaruratan medis. Dengan demikian, pasien yang membutuhkan penanganan lebih cepat akan menjadi prioritas sesuai kondisi medisnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kunjungan tersebut, RSUD Jampangkulon mengaku telah melakukan sejumlah langkah. Salah satunya dengan menyediakan tempat tidur tambahan atau ekstra di ruang IGD. "Kami sudah mengantisipasi sejak lama peningkatan jumlah kunjungan pasien di IGD ini dengan menyediakan tempat tidur tambahan (ekstra) di ruang IGD," ungkapnya.

Baca Juga: Kedalaman 10 Km, Gempa M:5.6 di Jalur Megathrust: Warga di Palabuhanratu: Ngarieug

Selain itu, bagi pasien yang membutuhkan kamar rawat inap tetapi belum mendapatkan tempat tidur karena kapasitas penuh, rumah sakit memberikan opsi rujukan ke fasilitas kesehatan lain. "Kami juga memberikan saran kepada pasien dan keluarga yang memang ingin segera mendapatkan kamar rawat inap, yaitu dengan melakukan rujukan ke RS lain apabila keluarga ingin dan berkenan," katanya.

Di sisi lain, RSUD Jampangkulon saat ini tengah melakukan pembangunan gedung rawat inap baru. Pembangunan tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas pelayanan rawat inap sekaligus menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan pasien di IGD.

"RSUD Jampangkulon saat ini juga sedang pembangunan gedung rawat inap baru. Insyaallah menjadi pemecahan solusi dari kepadatan pasien di IGD kami saat ini," pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT