SUKABUMIUPDATE.com - Selain soal potongan 8 persen, demonstrasi ratusan ojek online mitra Maxim di Sukabumi juga menyoroti Program Turbo. Mitra driver menilai skema tersebut justru menambah beban dan berpotensi membahayakan, karena memicu perilaku berkendara yang tidak aman di jalan - “Harus Ugal-ugalan di Jalan”.
Salah seorang driver Maxim Sukabumi, Rizal, mengatakan persoalan yang dihadapi mitra bukan hanya berkaitan dengan potongan pendapatan. Ia juga menyoroti adanya program Turbo yang memberikan prioritas order dalam waktu tertentu.
"Saya sebenarnya kalau Maxim sendiri katanya mengikuti prosedur Kepres Nomor 27 Tahun 2026 itu potongan 8 persen, tapi diluar itu ternyata masih banyak potongan lain," kata Rizal kepada sukabumiupdate.com, Rabu (16/9/2026).
Menurut Rizal, program Turbo menjadi perhatian karena memiliki durasi tertentu, yakni sekitar tiga jam. Dalam periode tersebut, mitra yang mengikuti program disebut mendapatkan prioritas dalam memperoleh order.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Sagaranten Sukabumi, Motor vs Mobil Satu Orang Tewas Terkapar
Namun, Rizal menilai skema tersebut dapat menimbulkan tekanan bagi driver untuk menyelesaikan order secepat mungkin demi mendapatkan order berikutnya. "Selain itu ada program Turbo, menurut saya itu mengundang kecelakaan karena program itu hanya ada dalam waktu tiga jam. Berarti kalau mau dapat orderan banyak otomatis kita harus ugal-ugalan dong di jalan," ujarnya.
Rizal mengatakan, dalam waktu tiga jam, seorang driver setidaknya bisa mendapatkan beberapa order. Namun, kondisi tersebut menurutnya dapat mendorong sebagian pengemudi untuk mengejar waktu agar bisa kembali menerima order berikutnya.
"Minimalnya kan dalam waktu tiga jam itu paling dapat enam orderan, memang diprioritaskan tapi kondisi di lapangan itu menyebabkan driver harus cepat menyelesaikan orderan biar dapat orderan selanjutnya," katanya.
Tak hanya soal durasi, Rizal juga mempersoalkan biaya yang harus dikeluarkan mitra untuk mengikuti program tersebut. Menurutnya, driver yang ingin mengikuti program Turbo harus membayar biaya tambahan sebesar Rp15 ribu.
Baca Juga: Yusuf Maulana Dorong Ranperda Lingkungan Jabar Tak Berhenti di Aturan
Selain itu, ia mengaku masih terdapat pemotongan terhadap saldo yang dimiliki mitra. "Mitra kalau mau ikut program Turbo harus bayar? Bayar lagi kita Rp15 ribu, plus dipotong lagi saldo yang ada, gila-gilaan itu," ujar Rizal.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak Maxim, terutama terkait beban biaya yang harus ditanggung mitra dan dampaknya terhadap kondisi kerja pengemudi di lapangan. Rizal juga mengatakan penyegelan kantor Maxim Sukabumi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan para driver terhadap hasil audiensi bersama DPRD Kota Sukabumi.
"Sekarang kami menyegel kantor selama lima hari ke depan, jadi kalau tidak ada keputusan selama lima hari itu maka akan disegel selamanya," katanya.
Rizal mengaku kecewa karena persoalan yang disampaikan para driver dinilai telah berlangsung cukup lama, sementara jawaban yang diterima menurutnya belum memberikan solusi konkret. "Ini juga bentuk kekecewaan atas jawaban dari hasil audiensi tadi, terutama saya kecewa sekali karena ini sudah terlalu lama dan jawabannya selalu seperti itu," pungkasnya.
Editor : Fitriansyah